Akhir-akhir
ini musibah dan bala datang silih berganti. Semua orang resah dan was-was,
musibah apa lagi yang akan menimpa. Islam punya solusi, apakah itu? Berikut
nasehat para ulama agar terhindar dari musibah dan bala.
Doa
adalah permohonan khusus yang kita sampaikan oleh kita kepada Allah SWT. Begitu
banyak didalam Ubudiah islamiyah yang berhubungan dengan permintaan kepada
Allah SWT dari berbagai keperluan dalam menjalani kehidupan. Doa termasuk dalam
kategori ibadah. Rasulullah SAW bersabda, senjata bagi orang muslim dan
muslimat adalah doa.
Khusus
untuk bala dan musibah kita jangan sampai salah langkah. Ikut-ikutan latah
menggelar ruwatan, tumbal dan lain-lain yang tidak sesuai dengan hukum sunah
Rasulullah Muhammad SAW. Ibadah dan doa yang mampu menjauhkan kita dari bala
antara lain:
a.
Bersedekah
Amalan pertama dan utama untuk mencegah musibah atau
bala adalah sedekah. Diriwayatkan dari Ali, bahwa Rasulullah Saw bersabda, “
sedekah dapat merubah takdir yang mubram(yang pasti),”(HR Bukhari, Muslim, At
Tirmidzi dan imam ahmad).
b.
Bertasbih
Selanjutnya, rajin –rajinlah bertasbih kepada Allah
SWT. Sebab bacaan tasbih dapat mencegah terjadinya bencana. Hadits yang
diriwayatkan Ibn Ka’bah, dari Rasulullah Saw bersabda, bahwa beliau bersabda,
“Subhanallah dapat mencegah turunnya azab.”
Hal ini juga ditunjukkan oleh firman Allah SWT
tentang Nabi Yunus As, “ Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang –orang
yang banyak mengingat Allah, niscaya dia akan tetap tinggal diperut ikan itu
sampai pada hari kebangkitan.” (QS Ash Shaffat :143-144).
Akan tetapi dengan bacaan tasbih, zikir, dan
permohonan ampunanya telah membebaskannya dari kesedihan. Diceritakan dalam Al
Qur’an, “Dan (ingatlah kisah) dzun Nun
(Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka kami tidak akan
mempersempitnya (menyulitkan), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap
“bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain engkau. Maha suci Engkau,
sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim” (QS. Al Anbiya’ : 87)
Kemudian bahwa Allah setelah itu berfirman, “maka
kami telah memperkenankan doanya menyelamatkannya dari kedukaan. Dan
demikianlah kami selamatkan orang-orang beriman,” (QS Al Anbiya : 88 ).
c.
Bersalawat
Salawatn atas nabi Saw adalah wajib menutur
kesepakatan ulama(Ijma’), karena adanya firman Allah SWT, “Sesungguhnya Allah
dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman,
bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam perhormatan kepadanya.”(QS.
Ahzab:56)ealaeat dari Allah SWT adalah rahmat dan solawat dari malaikat adalah
permohonan ampun. Sedangkan solawat dar orang mukmin adalah doa. Rasulullah Saw
bersabda, “setiap doa terhijab dibawah langit. Ketika salawat telah datang mengantarnya, maka doa itu akan
naik.” Rasulullah Saw juga bersabda lagi, “ barang siapa membaca salawat untukQ
satu kali, Allah akan bersalawat untuknya sepuluh kai.”
d.
Beristighfar
Allah SWT berfirman, “ maka aku katakan kepada
mereka, “mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun,
niscaya Dia akan mengirimkan hujan padamu dengan lebat, dan memperbanyak harta
dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula
didalamnya) untukmu sungai-sungai,” (QS Nuh : 10-12).
Diriwayatkan dari Ibn Abbas bahwa, rasulullah Saw
bersabda, “barang siapa menetapi istighfar, maka dia akan memberikan jalan
keluar dari setiap kesempitan, kebebasan dari setiap kesedihan, dan Dia akan
memberikan rezeki dari arah yang tidak diperhitungkannya,” (HR Abu Daud, Ibn
Majah, dan Imam Ahmad).
Diceritakan bahwa seseorang telah mengadukan tentang
paceklik dan kekeringan kepada Hasan al- Bashri, maka beliau menasehati, “
Mohonlah ampun (beristighfar) kepada Allah. “Orang lain mengadukan tentang
kemiskinannya kepada beliau, beliau menasehati, “Mohonlah ampun
(beristighfarlah) kepada Allah.”
Satunya lagi datang mengadukan masalah kebunnya yang
ditimpa kekeringan. Beliau menasehati, “mohonlah ampun (beristighfar) kepada
Allah.
Yang lain lagi datang kepada beliau mengadukan
masalah kemandulannya. Beliau tetap menasehati, “Mohonlah ampun (beristighfar)
kepada Allah.”
e.
Doa Nabi Yunus
Dalam riwayat lain dai Sa’ad Ibn Abi Waqqash,
“Rasulullah Saw bersabda, “Maukah kalian kuberitahu suatu doa yang jika kalian
memanfaatkan itu ketika ditimpa kesedihan atau bencana, maka Allah akan
menghilangkan kesedihan itu”. Para sahabat menjawab, “apakah itu wahai
Rasulullah.” Rasulullah bersabda, “Yaitu, doa Dzun Nun; La ilaaha illa anta
subhanaka inni kuntu minazh zhalimin (tidak ada Tuhan Selain Engkau ,
sesungguhnya aku termasuk orang-orrang yang dzalim)” (HR Imam Ahmad, At
Tirmidzi, dan Al Hakim).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar