”Ghaib” artinya tidak ada. Shalat Ghaib adalah shalat
jenazah yang dilakukan seseorang ketika jasad si mayit sudah dimakamkan, atau
shalat yang dilakukan dari jarak yang jauh dari si mayit. Shalat ghaib biasa dikerjakan
bila ada keluarga atau sanak saudara yang meninggal di tempat yang jauh dari
sanak saudaranya, maka di sunahkan juga kita melakukan shalat gaib atas mayat
tersebut walaupun sudah lewat seminggu atau lebih. Shalat gaib pada mayit
itu adalah sah, sebagaimana shalat jenasah biasa.
Adapun
tata cara shalat ghaib tidak jauh beda pula seperti shalat jenazah yaitu
melaksanakan 8 rukun-rukunnya.
1. Niat
“Ushalli ‘alaa mayit (fulan) al-ghaa’ibi arba’a takbiiraatin
fardhal-kiffayti lillahita’alaa. Allahu Akbar.”
2. Berdiri Bila Mampu
3. Takbir sebanyak 4 kali
4. Membaca Surat Al-Fatihah sebagaimana shalat pada
umumnya.
5. Membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW sebagaimana
ketika bacaan sholat pada tahiyyat umumnya.
6. Memanjatkan doa teruntuk Jenazah
Sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang artinya,
"Bila kalian menyalati jenazah, maka murnikanlah doa untuknya."
Lafadz doa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW diantaranya, "Allahummaghfirlahu
warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu,
waghsilhu bil ma’i watstsalji wal barad."
7. Berdoa Setelah Takbir Keempat,
"Allahumma
Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu."
8. Salam
Doa
sesudah shalat Jenazah
“Allahumma
shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa’ alaa aali sayyidinaa Muhammad. Allahumma
bi haqqil-faatihah. I’tiq riqaabanaa wa riqaaba
haadzal-mayitti(haadzihil-mayitiati)minan-naar 3x. Allaahumma anzilir-rahmata
wal-magfiratha ‘alaa haadzal-mayyiti(haadzihil-mayitiati) waj’al qabrahu (haa)
raudhatan minal-jannah. Wa laataj’alhu lahu (lahaa) hufratan minan-niraan. Wa
shallallaahu ‘alaa khairi khalqihi sayyidinaa Muhammadin wa aaliihii wa
shahbihii ajma’iina wal-hamdu lillaahi rabbil-‘alamin.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar