Kamis, 30 April 2015

Surat Asy Syams Matahari ( The Sun )



Surat Asy Syams terdiri atas 15 ayat, termasuk golongan surat-surat Makiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qadr

الرَّحِيمِ الرَّحْمَٰنِ اللَّهِ بِسْمِ

﴾١وَٱلشَّمْسِ وَضُحَىٰهَا ﴿
﴾٢وَٱلْقَمَرِ إِذَا تَلَىٰهَا ﴿
﴾٣وَٱلنَّهَارِ إِذَا جَلَّىٰهَا ﴿
﴾٤وَٱلَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰهَا ﴿
﴾٥وَٱلسَّمَآءِ وَمَا بَنَىٰهَا ﴿
﴾٦وَٱلْأَرْضِ وَمَا طَحَىٰهَا ﴿
﴾٧سَوَّىٰهَا ﴿ وَنَفْسٍ وَمَا
﴾٨فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَىٰهَا ﴿
﴾٩قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّىٰهَا ﴿
﴾١۰وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا ﴿
﴾١١كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَىٰهَآ ﴿
﴾١٢إِذِ ٱنۢبَعَثَ أَشْقَىٰهَا ﴿
﴾١٣﴿فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ ٱللَّهِ نَاقَةَ ٱللَّهِ وَسُقْيَٰهَا

﴾١٤فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُم بِذَنۢبِهِمْ فَسَوَّىٰهَا ﴿
﴾ ١٥وَلَا يَخَافُ عُقْبَٰهَا ﴿
Terjemah / Translate :
Bismillahirrahmanirrohim
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
In the name of Allah, Most gracious, most merciful.


1.Waalsysyamsi wadhuhaahaa
By the sun and his brightness
Demi matahari dan cahayanya di pagi hari

2.waalqamari idzaa talaahaa
And the moon when she followeth him
Dan bulan apabila mengiringinya

3.waalnnahaari idzaa jallaahaa
And the day when it revealeth him
Dan siang apabila menampakkannya

4.waallayli idzaa yaghsyaahaa
And the night when it enshroudeth him
Dan malam apabila menutupinya

5.waalssamaa-i wamaa banaahaa
And the heaven and Him who built it
Dan langit serta pembinaannya

6.waal-ardhi wamaa thahaahaa
And the earth and Him who spread it
Dan bumi serta penghamparannya

7.wanafsin wamaa sawwaahaa
And a soul and Him who perfected it
Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya )

8.fa-alhamahaa fujuurahaa wataqwaahaa
And inspired it ( with conscience of ) what is wrong for it and ( what is ) right for it
Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya

9.qad aflaha man zakkaahaa
He is indeed successful who causeth it to grow
 Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu

10.waqad khaaba man dassaahaa, kadzdzabat tsamuudu bithaghwaahaa
And he is indeed a failure who stunteth it
 Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya

11. Kadzdzabat tsamuudu bithaghwaahaa
 ( The tribe of ) Thamud denied ( the truth ) in their rebellious pride
 (Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas

12. idzi inba'atsa asyqaahaa
When the basest of them broke forth
Ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka

13. faqaala lahum rasuulu allaahi naaqata allaahi wasuqyaahaa
And the messenger of Allah said : It is the she camel of Allah , so let her drink!
Lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka: ("Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya"

14. fakadzdzabuuhu fa'aqaruuhaa, fadamdama 'alayhim rabbuhum bidzanbihim fasawwaahaa
But they denied him , and they hamstrung her , so Allah doomed them for their sin and razed ( their dwellings )
Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah)

15.walaa yakhaafu 'uqbaahaa
He dreadeth not the sequel ( of events )  
Dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu

Jumat, 24 April 2015

KEUTAMAAN BERDZIKIR



Bacaan-bacaan di bawah ini ringan untuk dilakukan, akan tetapi berat timbangan amal yang kita dapatkan.
Tasbih : “Subhanallah”, artinya “Maha Suci Allah”.
Tahmid : “Alhamdulillah”, artinya “Segala Puji Bagi Allah”.
Takbir : “Allahuakbar”, artinya “Maha Besar Allah” .
Tahlil : “Laa ilaha Illallah”, artinya “Tiada Tuhan Selain Allah”.
Istighfar : “Astaghfirullah hal adzim”, artinya “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung”.
Istighfar Jamak : “Nastaghfirullah hal adzim”, artinya “Kami mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung”.
Ta’awud : “Audzubillah himinasyaitonirrajim”, artinya “Aku berlindung kepada Allah dari syaithan yang terkutuk”.
Ta’awud Jamak : “Naudzubillah himinasyaitonirrajim”, artinya “Kami berlindung kepada Allah dari syaithan yang terkutuk”.

Keutamaan membaca Dzikir
– Apakah seseorang di antara kamu tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan setiap hari? Salah seorang di antara yang duduk bertanya: Bagaimana mungkin di antara kita bisa memperoleh seribu kebaikan (dalam sehari)? Rasulullah SAW bersabda: Hendaklah dia membaca seratus tasbih (Subhanallah), maka ditulis seribu kebaikan baginya atau dihapuskan darinya seribu keburukan.
– Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa bertasbih (Subhanallah) sebanyak tiga puluh tiga kali, bertahmid (Alhamdulillah) tiga puluh tiga kali, dan bertakbir (Allahuakbar) tiga puluh tiga kali, kemudian mengucapkan: Laa ilaaha illa Allah wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ’ala kulli sya’in qadir, setiap selesai shalat. Maka akan diampuni dosanya meski sebanyak buih di lautan.”(HR Imam Ahmad, Darimi, Malik)
– Sabda Rasulullah kepada Fatimah dan Ali: ”Maukah kalian berdua Aku ajarkan perkara yang lebih baik dari yang kalian minta? Jika kalian telah berada di tempat tidur bacalah takbir 33 kali, tasbih 33 kali dan tahmid 33 kali. Itu semua lebih baik buat kalian dari pada seorang pembantu.” (HR Bukhori).
– Rasulullah SAW bersabda, “Maukah Aku sampaikan kepada kalian amalan yang dapat melampaui derajat orang kaya dan tidak ada yang mengalahkan derajat kalian sehingga menjadi yang terbaik di antara kalian dan mereka, kecuali mengerjakan amalan berikut, yaitu membaca tasbih, tahmid, dan takbir setiap selesai shalat sebanyak 33 kali.”(HR Bukhori)
– Sabda Nabi SAW: “Setiap kalimat tasbih adalah sedekah, takbir adalah sedekah, tahmid adalah sedekah dan tahlil adalah sedekah.” (HR Muslim)
– Rasulullah SAW bersabda : Ucapan yang paling Allah sukai itu adalah empat : Subhanallah, al-Hamdulillah, Laa Ilaaha Illa Allah, Allahu Akbar. Tidak ada bahaya darimanapun kamu mulai. (HR. Muslim)
– Tidak ada aktivitas yang akan menentramkan hati dan melembutkan jiwa selain senantiasa ingat dan berdzikir kepada Allah. Tak ada aktivitas yang melegakan jiwa dan menyejukkan nurani selain dzikir kepada Allah. Karena itulah Allah menyeru kepada kita agar kita senantiasa berdzikir pada-Nya. “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”.(Al-Baqarah : 152).
– Dzikir adalah penerang, dzikir adalah penyadar dan senjata ampuh pemusnah kesuntukan pikiran, pelenyap tumpukan duka lara. Orang yang berdzikir kepada Allah akan senantiasa bersinar jiwanya, bercahaya tingkah lakunya.
– Dzikir akan membuka kelapangan dada kita. Dalam dzikir terdapat makna-makan sabar dan tawakkal, terkandung makna ridha dan menyerah. Hanya dengan mengingat Allah jiwa kita menjadi jernih dan pikiran kita akan menjadi bersih. Dengan dzikir kepada Allah langkah ke depan menjadi pasti. “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”. (Ar-Ra’d : 28)

KEUTAMAAN lain dari membaca TASBIH TAHMID TAHLIL DAN TAKBIR telah terangkum dalam hadits-hadits berikut ini.:
قَالَ : مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ فِيْ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yg membaca: “Maha Suci Allah dan aku memujiNya” dalam sehari seratus kali maka kesalahannya dihapus sekalipun seperti buih air laut.”
وَقَالَ : مَنْ قَالَ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، عَشْرَ مِرَارٍ، كَانَ كَمَنْ أَعْتَقَ أَرْبَعَةَ أَنْفُسٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيْلَ.
 Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yg membaca: Laailaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu lahulmulku walahulhamdu wahuwa ‘alaa kulli syaiin

Rabu, 22 April 2015

Cara Mengerjakan Shalat Gaib



”Ghaib” artinya tidak ada. Shalat Ghaib adalah shalat jenazah yang dilakukan seseorang ketika jasad si mayit sudah dimakamkan, atau shalat yang dilakukan dari jarak yang jauh dari si mayit. Shalat ghaib biasa dikerjakan bila ada keluarga atau sanak saudara yang meninggal di tempat yang jauh dari sanak saudaranya, maka di sunahkan juga kita melakukan shalat gaib atas mayat  tersebut walaupun sudah lewat seminggu atau lebih. Shalat gaib pada mayit itu adalah sah, sebagaimana shalat jenasah biasa.
Adapun tata cara shalat ghaib tidak jauh beda pula seperti shalat jenazah yaitu melaksanakan 8 rukun-rukunnya.
1.      Niat

“Ushalli ‘alaa mayit (fulan) al-ghaa’ibi arba’a takbiiraatin fardhal-kiffayti lillahita’alaa. Allahu Akbar.”

2.      Berdiri Bila Mampu
3.      Takbir sebanyak 4 kali
4.      Membaca Surat Al-Fatihah sebagaimana shalat pada umumnya.
5.      Membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW sebagaimana ketika bacaan sholat pada tahiyyat umumnya.
6.      Memanjatkan doa teruntuk Jenazah
Sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang artinya, "Bila kalian menyalati jenazah, maka murnikanlah doa untuknya." Lafadz doa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW diantaranya, "Allahummaghfirlahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil ma’i watstsalji wal barad."
7.      Berdoa Setelah Takbir Keempat,
 "Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu."
8.      Salam
Doa sesudah shalat Jenazah
“Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa’ alaa aali sayyidinaa Muhammad. Allahumma bi haqqil-faatihah. I’tiq riqaabanaa wa riqaaba haadzal-mayitti(haadzihil-mayitiati)minan-naar 3x. Allaahumma anzilir-rahmata wal-magfiratha ‘alaa haadzal-mayyiti(haadzihil-mayitiati) waj’al qabrahu (haa) raudhatan minal-jannah. Wa laataj’alhu lahu (lahaa) hufratan minan-niraan. Wa shallallaahu ‘alaa khairi khalqihi sayyidinaa Muhammadin wa aaliihii wa shahbihii ajma’iina wal-hamdu lillaahi rabbil-‘alamin.”