Jumat, 26 Desember 2014

TUNTUNAN JELANG KELAHIRAN ANAK



Sudah selayaknya kelahiran seorang anak adam ke muka bumi ini disambut dengan rasa bahagia. Sebagai bentuk syukur atas karunia yang telah diberikan Allah SWT kepada kedua orangtuanya. Rasa syukur ini juga hendaknya dirasakan oleh siapa saja yang mendengarkan berita kelahiran sang jabang bayi.
BERSEDEKAH
Memberikan  sedekah atau hadiah bisa menjadi bentuk perwujudan bahwa anda turut bahagia atas kelahiranya. Bersyukur tidak hanya dalam bentuk ucapan saja, namun juga bisa diwujudkan dengan perbuatan. Hal seperti ini telah di contohkan saat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Saat itu, Abu Lahab , paman Nabi, langsung memerdekakan budaknya setelah mendengar berita keponakannya telah lahir.
MENDOAKAN
Dan doa yang tepat diucapkan adalah “Burika fil mauhub, wa syakaratal wahib, wa bulligha syuddahu, wa ruzikta birrahu.” Yang artinya : “ semoga Allah memberi barokah diatas anak itu dan hendaklah engkau mensyukuri Allah, semoga anak itu dewasa dan kuat, serta engkau mendapat ketaatannya.”
AZAN & IQOMAH
Bagi orangtuanya, hal pertama yang sunnah dilakukan ketika bayi lahir adalah membacakan adzan ditelinga kanan bayi dan iqomah ditelinga kiri bayi. Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. Pernah adzan ditelinga Hasan bin Ali (cucunya). Dan Rasullah juga pernah iqomah ditelinga kiri bayi.
Ibnu Zauji didalam kitab Tuhfah al Maulud menyatakan bahwa hikmah dibalik adzan dan iqomah adalah supaya kalimah yang didengar pertama oleh bayi adalah kalimah-kalimah yang mengandung kebesaran dan keagungan Allah. Hal itu juga sebagai jalan mengajarkan kepada si bayi tentang syiar islam di awal keberadaannya di alam dunia.
OLESI DENGAN YANG MANIS
Setelah dibacakan azan dan iqamah, disunnahkan untuk mengoleskan sesuatu yang manis di mulut (langit-langit mulut bayi ). Di zaman Rasulullah, caranya adalah dengan mengunyah kurma, kemudian mengoleskannya ke langit-langit mulut si bayi. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah SAW “ Bahwa Rasulullah SAW telah mengoleskan kurma dilangit-langit mulut anak-anak dari kaum Ansar”. Namun jika tidak ada kurma , maka bisa juga dioleskan sesuatu yang berasa manis seperti madu atau sesuatu yang manis lainnya.
BERI AQIQAH
 Setelah itu, pada hari ketujuh kelahiran si bayi, disunnahkan memberi aqiqah. Sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW pada kelahiran cucunya, Hasan dan Husain bin Ali. Aqiqah dilakukan dengan cara menyembelih dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan seekor kambing untuk anak perempuan. Sedangkan syarat hewan aqiqah sama dengan hewan yang digunakan untuk berkurban, yaitu sehat atau tidak cacat, sudah berumur (tanggal gigi), dan jantan.
Namun pelaksanaan aqiqah tidak harus tepat pada hari ketujuh kelahiran. Menurut sebagian ulama, aqiqah dibolehkan dilain waktu selama anak belum baligh (dewasa). Jika ada yang beraqiqah setelah itu, insyaAllah bernilai sedekah.
NAMA BAIK
Pada saat tujuh hari kelahiran bayi. Hal ini sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW. Ketika cucunya Hasan Husein lahir. Beliau memerintahkan untuk memotong rambut dan menimbangnya dengan perak. Setelah itu disedekahkan kepada fakir miskin. Dan disunnahkan untuk mencukur rambut bayi secara keseluruhan tidak hanya sebagian rambut. Kewajiban orangtua lainnya adalah memberi nama yang baik untuk anaknya karena nama merupakan sebuah doa dan harapan dari orang tua seperti dimulai dengan “muhammad” atau lainnya.
Ket : Dari berbagai sumber.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar