Sudah
selayaknya kelahiran seorang anak adam ke muka bumi ini disambut dengan rasa
bahagia. Sebagai bentuk syukur atas karunia yang telah diberikan Allah SWT
kepada kedua orangtuanya. Rasa syukur ini juga hendaknya dirasakan oleh siapa
saja yang mendengarkan berita kelahiran sang jabang bayi.
BERSEDEKAH
Memberikan sedekah atau hadiah bisa menjadi bentuk
perwujudan bahwa anda turut bahagia atas kelahiranya. Bersyukur tidak hanya
dalam bentuk ucapan saja, namun juga bisa diwujudkan dengan perbuatan. Hal
seperti ini telah di contohkan saat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Saat itu, Abu
Lahab , paman Nabi, langsung memerdekakan budaknya setelah mendengar berita
keponakannya telah lahir.
MENDOAKAN
Dan doa yang
tepat diucapkan adalah “Burika fil mauhub, wa syakaratal wahib, wa bulligha
syuddahu, wa ruzikta birrahu.” Yang artinya : “ semoga Allah memberi barokah
diatas anak itu dan hendaklah engkau mensyukuri Allah, semoga anak itu dewasa
dan kuat, serta engkau mendapat ketaatannya.”
AZAN
& IQOMAH
Bagi
orangtuanya, hal pertama yang sunnah dilakukan ketika bayi lahir adalah
membacakan adzan ditelinga kanan bayi dan iqomah ditelinga kiri bayi.
Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. Pernah adzan ditelinga Hasan bin Ali
(cucunya). Dan Rasullah juga pernah iqomah ditelinga kiri bayi.
Ibnu Zauji
didalam kitab Tuhfah al Maulud menyatakan bahwa hikmah dibalik adzan dan iqomah
adalah supaya kalimah yang didengar pertama oleh bayi adalah kalimah-kalimah
yang mengandung kebesaran dan keagungan Allah. Hal itu juga sebagai jalan
mengajarkan kepada si bayi tentang syiar islam di awal keberadaannya di alam
dunia.
OLESI
DENGAN YANG MANIS
Setelah
dibacakan azan dan iqamah, disunnahkan untuk mengoleskan sesuatu yang manis di
mulut (langit-langit mulut bayi ). Di zaman Rasulullah, caranya adalah dengan
mengunyah kurma, kemudian mengoleskannya ke langit-langit mulut si bayi.
Sebagaimana dalam hadits Rasulullah SAW “ Bahwa Rasulullah SAW telah
mengoleskan kurma dilangit-langit mulut anak-anak dari kaum Ansar”. Namun jika
tidak ada kurma , maka bisa juga dioleskan sesuatu yang berasa manis seperti
madu atau sesuatu yang manis lainnya.
BERI
AQIQAH
Setelah itu, pada hari ketujuh kelahiran si
bayi, disunnahkan memberi aqiqah. Sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW
pada kelahiran cucunya, Hasan dan Husain bin Ali. Aqiqah dilakukan dengan cara
menyembelih dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan seekor kambing untuk anak
perempuan. Sedangkan syarat hewan aqiqah sama dengan hewan yang digunakan untuk
berkurban, yaitu sehat atau tidak cacat, sudah berumur (tanggal gigi), dan
jantan.
Namun
pelaksanaan aqiqah tidak harus tepat pada hari ketujuh kelahiran. Menurut
sebagian ulama, aqiqah dibolehkan dilain waktu selama anak belum baligh
(dewasa). Jika ada yang beraqiqah setelah itu, insyaAllah bernilai sedekah.
NAMA BAIK
Pada saat
tujuh hari kelahiran bayi. Hal ini sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah
SAW. Ketika cucunya Hasan Husein lahir. Beliau memerintahkan untuk memotong
rambut dan menimbangnya dengan perak. Setelah itu disedekahkan kepada fakir
miskin. Dan disunnahkan untuk mencukur rambut bayi secara keseluruhan tidak
hanya sebagian rambut. Kewajiban orangtua lainnya adalah memberi nama yang baik
untuk anaknya karena nama merupakan sebuah doa dan harapan dari orang tua
seperti dimulai dengan “muhammad” atau lainnya.
Ket : Dari
berbagai sumber.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar