Sabtu, 20 Desember 2014

Menyelesaikan konflik rumah tangga



Setiap keluarga pasti selalu ada masalah. Di dalam rumah tangga, ada banyak sebab yang bisa menimbulkan konflik, seperti perbedaan pola pikir, pola asuh, kebudayaan, juga pola pendidikan. Tapi dalam agama islam punya solusi dan doanya.
Tingkat konflik dalam rumah tangga memang bervariasi, dari yang levelnya ringan, sampai yang levelnya berat. Mulai dari sekedar menentukan program tv apa yang akan ditonton, sampai bentuk pegasuhan terhadap anak yang akan diterapkan. Namun, bagaimanapun juga kalau dikelola dengan baik, sebuah konflik tidaklah harus bisa membuat perpecahan atau dampak yang besar bagi kedua pasangan. Berikut nasehat islami mengatasi masalah-masalah tersebut.
INGAT AWAL MENIKAH
Setiap ada masalah kembalikan pada niat awal kita membina rumah tangga. Sebagai orang islam, seharusnya diniati karena Allah SWT. Sebab pernikahan adalah salah satu bentuk sunnah Rasulullah Saw. Dengan menjadikan landasan agama sebagai salah satu bentuk pondasi pernikahan, ada kekuatan lebih yang ada.
KOMUNIKASI SEHAT
Unsur-unsur komunikasi adalah adanya orang yang menyampaikan pesan, orang yang menerima pesan, pesan itu sendiri, dan kedua belah pihak saling mengerti pesan yang disampaikan. Bukanlah dinamakan sebuah komunikasi jika   masing –masing pihak tidak dapat memahami pesan yang dimaksudkan salah satu pihak.
Keterbukaan, kejujuran, dan komunikasi yang baik seperti mampu mengenali kondisi, situasi, waktu dan acara yang baik untuk menyampaikan pesan, menjadi kunci sebuah komunikasi yang sehat.
SALING MEMAHAMI
Selanjutnya adalah saling memahami. Pahami kewajiban masing-masing. Sebelum menuntut hak dari pasangan, bacalah terlebih dahulu dengan kewajiban-kewajiban yang seharusnya kita jalankan. Seorang suami harusnya bisa mendidik, mengajarkan sang istri pendidikan agama yang benar, mencukupi kebutuhanya, memberikan nafkah, mencintainya (menaruh rasa cemburu terhadapnya), tidak menzdaliminya, dst. Ini semua memerlukan pemahaman agama yang baik. Rasulullah Saw bersabda, “ paling dekat dengan aku kedudukanya pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu adalah yang baik terhadap keluarganya.”
Dalam riwayat lain, “ sebaik-baik kamu adalah yang terbaik terhadap keluarganya dan aku adalah yang terbaik dari kamu terhadapku. Orang yang memuliakan kaum wanita adalah orang yang mulia dan orang yang menghina kaum wanita adalah orang yang tidak tahu budi.” (HR Abu A’saakir). Sebuah pernikahan bukan interaksi kaku antara hak dan kewajiban, tapi juga harus fleksibel, lentur dan ini memerlukan kepahaman masing-masing pasangan. Pahami juga karakter, sifat, dan preferensi sikap pasangan kita.
SELALU BERSYUKUR
Bagaimanpun kondisi pasangan kita, banyak-banyaklah bersyukur karena bisa jadi dialah pasangan yang paling tepat buat anda. jangan “lihat ke kanan-kiri” ketika ada hal-hal yang kurang pada pasangan. Sama-sama perbaiki saling introspeksi diri, bersemangat dalam meningkatkan kebaikan dalam diri masing-masing, juga pada diri pasangan kita.
TAWAKAL DAN DOA
Jangan lewatkan yang satu ini , tawakal dan doa. Tawakal bukan perarti pasrah, melainkan menyadari semua yang terjadi adalah kehendak Allah SWT. Namun, kita sebagai manusia diperintahkan untuk berdoa agar semua masalah yang kita hadapi diberi jalan keluar oleh Allah.

Ket: Dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar