Rabu, 31 Desember 2014

Doa pengusir marah




 “ Alloohummaghfirlii dzanbii, wadzhab ghoiso qolbi, wa ajirnii minasy syaitoonir rojiimi ”
Artinya : ya Allah, ampunilah dosa saya, dan selamatkanlah saya dari godaan setan yang terkutuk.

Jumat, 26 Desember 2014

TUNTUNAN JELANG KELAHIRAN ANAK



Sudah selayaknya kelahiran seorang anak adam ke muka bumi ini disambut dengan rasa bahagia. Sebagai bentuk syukur atas karunia yang telah diberikan Allah SWT kepada kedua orangtuanya. Rasa syukur ini juga hendaknya dirasakan oleh siapa saja yang mendengarkan berita kelahiran sang jabang bayi.
BERSEDEKAH
Memberikan  sedekah atau hadiah bisa menjadi bentuk perwujudan bahwa anda turut bahagia atas kelahiranya. Bersyukur tidak hanya dalam bentuk ucapan saja, namun juga bisa diwujudkan dengan perbuatan. Hal seperti ini telah di contohkan saat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Saat itu, Abu Lahab , paman Nabi, langsung memerdekakan budaknya setelah mendengar berita keponakannya telah lahir.
MENDOAKAN
Dan doa yang tepat diucapkan adalah “Burika fil mauhub, wa syakaratal wahib, wa bulligha syuddahu, wa ruzikta birrahu.” Yang artinya : “ semoga Allah memberi barokah diatas anak itu dan hendaklah engkau mensyukuri Allah, semoga anak itu dewasa dan kuat, serta engkau mendapat ketaatannya.”
AZAN & IQOMAH
Bagi orangtuanya, hal pertama yang sunnah dilakukan ketika bayi lahir adalah membacakan adzan ditelinga kanan bayi dan iqomah ditelinga kiri bayi. Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. Pernah adzan ditelinga Hasan bin Ali (cucunya). Dan Rasullah juga pernah iqomah ditelinga kiri bayi.
Ibnu Zauji didalam kitab Tuhfah al Maulud menyatakan bahwa hikmah dibalik adzan dan iqomah adalah supaya kalimah yang didengar pertama oleh bayi adalah kalimah-kalimah yang mengandung kebesaran dan keagungan Allah. Hal itu juga sebagai jalan mengajarkan kepada si bayi tentang syiar islam di awal keberadaannya di alam dunia.
OLESI DENGAN YANG MANIS
Setelah dibacakan azan dan iqamah, disunnahkan untuk mengoleskan sesuatu yang manis di mulut (langit-langit mulut bayi ). Di zaman Rasulullah, caranya adalah dengan mengunyah kurma, kemudian mengoleskannya ke langit-langit mulut si bayi. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah SAW “ Bahwa Rasulullah SAW telah mengoleskan kurma dilangit-langit mulut anak-anak dari kaum Ansar”. Namun jika tidak ada kurma , maka bisa juga dioleskan sesuatu yang berasa manis seperti madu atau sesuatu yang manis lainnya.
BERI AQIQAH
 Setelah itu, pada hari ketujuh kelahiran si bayi, disunnahkan memberi aqiqah. Sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW pada kelahiran cucunya, Hasan dan Husain bin Ali. Aqiqah dilakukan dengan cara menyembelih dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan seekor kambing untuk anak perempuan. Sedangkan syarat hewan aqiqah sama dengan hewan yang digunakan untuk berkurban, yaitu sehat atau tidak cacat, sudah berumur (tanggal gigi), dan jantan.
Namun pelaksanaan aqiqah tidak harus tepat pada hari ketujuh kelahiran. Menurut sebagian ulama, aqiqah dibolehkan dilain waktu selama anak belum baligh (dewasa). Jika ada yang beraqiqah setelah itu, insyaAllah bernilai sedekah.
NAMA BAIK
Pada saat tujuh hari kelahiran bayi. Hal ini sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW. Ketika cucunya Hasan Husein lahir. Beliau memerintahkan untuk memotong rambut dan menimbangnya dengan perak. Setelah itu disedekahkan kepada fakir miskin. Dan disunnahkan untuk mencukur rambut bayi secara keseluruhan tidak hanya sebagian rambut. Kewajiban orangtua lainnya adalah memberi nama yang baik untuk anaknya karena nama merupakan sebuah doa dan harapan dari orang tua seperti dimulai dengan “muhammad” atau lainnya.
Ket : Dari berbagai sumber.

Selasa, 23 Desember 2014

DO’A MOHON UMUR PANJANG



اَللّهُمَّ طَوِّلْ عُمُرَناَ وَ صَحِّحْ اَجْسَادَناَ وَ ثَبِّتْ اِيْمَانَنَا وَ نَوِّرْ قُلُوْبَنَا وَ اَحْسِنْ اَعْمَالَنَا وَ اِلَى الْخَيْرِ قَرِّبْنَا وَ عَنِ الشَّرِّ بَعِّدْنَا فِى الدُّيْنِ وَ الدُّنْيَا وَ اْلاخِرَةِ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Artinya :"Ya Allah, berilah kami umur yang panjang, badan yang sehat, iman yang tetap, hati yang terang, amal yang baik dan dekatkanlah kami kepada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan dalam agama dan masalah dunia dan akherat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Sabtu, 20 Desember 2014

Menyelesaikan konflik rumah tangga



Setiap keluarga pasti selalu ada masalah. Di dalam rumah tangga, ada banyak sebab yang bisa menimbulkan konflik, seperti perbedaan pola pikir, pola asuh, kebudayaan, juga pola pendidikan. Tapi dalam agama islam punya solusi dan doanya.
Tingkat konflik dalam rumah tangga memang bervariasi, dari yang levelnya ringan, sampai yang levelnya berat. Mulai dari sekedar menentukan program tv apa yang akan ditonton, sampai bentuk pegasuhan terhadap anak yang akan diterapkan. Namun, bagaimanapun juga kalau dikelola dengan baik, sebuah konflik tidaklah harus bisa membuat perpecahan atau dampak yang besar bagi kedua pasangan. Berikut nasehat islami mengatasi masalah-masalah tersebut.
INGAT AWAL MENIKAH
Setiap ada masalah kembalikan pada niat awal kita membina rumah tangga. Sebagai orang islam, seharusnya diniati karena Allah SWT. Sebab pernikahan adalah salah satu bentuk sunnah Rasulullah Saw. Dengan menjadikan landasan agama sebagai salah satu bentuk pondasi pernikahan, ada kekuatan lebih yang ada.
KOMUNIKASI SEHAT
Unsur-unsur komunikasi adalah adanya orang yang menyampaikan pesan, orang yang menerima pesan, pesan itu sendiri, dan kedua belah pihak saling mengerti pesan yang disampaikan. Bukanlah dinamakan sebuah komunikasi jika   masing –masing pihak tidak dapat memahami pesan yang dimaksudkan salah satu pihak.
Keterbukaan, kejujuran, dan komunikasi yang baik seperti mampu mengenali kondisi, situasi, waktu dan acara yang baik untuk menyampaikan pesan, menjadi kunci sebuah komunikasi yang sehat.
SALING MEMAHAMI
Selanjutnya adalah saling memahami. Pahami kewajiban masing-masing. Sebelum menuntut hak dari pasangan, bacalah terlebih dahulu dengan kewajiban-kewajiban yang seharusnya kita jalankan. Seorang suami harusnya bisa mendidik, mengajarkan sang istri pendidikan agama yang benar, mencukupi kebutuhanya, memberikan nafkah, mencintainya (menaruh rasa cemburu terhadapnya), tidak menzdaliminya, dst. Ini semua memerlukan pemahaman agama yang baik. Rasulullah Saw bersabda, “ paling dekat dengan aku kedudukanya pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu adalah yang baik terhadap keluarganya.”
Dalam riwayat lain, “ sebaik-baik kamu adalah yang terbaik terhadap keluarganya dan aku adalah yang terbaik dari kamu terhadapku. Orang yang memuliakan kaum wanita adalah orang yang mulia dan orang yang menghina kaum wanita adalah orang yang tidak tahu budi.” (HR Abu A’saakir). Sebuah pernikahan bukan interaksi kaku antara hak dan kewajiban, tapi juga harus fleksibel, lentur dan ini memerlukan kepahaman masing-masing pasangan. Pahami juga karakter, sifat, dan preferensi sikap pasangan kita.
SELALU BERSYUKUR
Bagaimanpun kondisi pasangan kita, banyak-banyaklah bersyukur karena bisa jadi dialah pasangan yang paling tepat buat anda. jangan “lihat ke kanan-kiri” ketika ada hal-hal yang kurang pada pasangan. Sama-sama perbaiki saling introspeksi diri, bersemangat dalam meningkatkan kebaikan dalam diri masing-masing, juga pada diri pasangan kita.
TAWAKAL DAN DOA
Jangan lewatkan yang satu ini , tawakal dan doa. Tawakal bukan perarti pasrah, melainkan menyadari semua yang terjadi adalah kehendak Allah SWT. Namun, kita sebagai manusia diperintahkan untuk berdoa agar semua masalah yang kita hadapi diberi jalan keluar oleh Allah.

Ket: Dari berbagai sumber