Jumat, 28 November 2014

CARA MENDIDIK DAN MENGATASI ANAK NAKAL



Mendidik anak memag terkesan mudah, tapi juga gampang-gampang sususah. Sebelum sepenuhnya menyalahkan anak ada baiknya terlebih dahulu kenali penyebabnya dan ikuti cara –cara islami untuk menanganinya. Salah satu caranya adalah memberikan keteladanan dan memberi nasehat yang baik.
Allah SWT berfirman, ‘Wahai orang-orang orang –orang yang beriman , sesungguhnya diantara istrimu dan anak-anakku ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka...” (Qs. At Taghabun : 14)
      A.      Kenali Sebab
Sebelum mencari solusi, kenali aneka sebab mengapa anak bisa nakal dalam kaca mata islam. Pertama, pengarh pendidikan buruk kedua orangtua. Rasulullah Saw bersabda, “ semua bayi (manusia) dilahirkan diatas fitrah (kecenderungan menerima kebenaran islam dan tauhid)maka kedua orangtuanyalah yang menjadikan (agama) yahudi, nasrani dan majusi,” (HR Bukhari dan muslim).
Kedua, pengaruh lingkungan dan pergaulan yang buruk, atau bisa juga duikarenakan sumber bacaan dan tontonan yang buruk . sabda Rasulullah Saw “ roh-roh manusia adalah kelompok yang selalu bersama. Maka yang saling bersesuaian diantara mereka akan saling berdekatan dan yang tidak bersesuaian akan saling berselisih.” (HR Bukhari dan Muslim)
      B.      Nasehat Yang Baik
Syariat islam memberi solusi, yaitu teguran dan nasehat yang baik. Nabi Muhammad Saw misalnya, ketika beliau melihat seorang anak kecil ketika sedang makan menjulurkan tangannya ke berbagai sisi nampan makanan, maka beliau bersabda “ wahai anak kecil, sebutlah nama Allah SWT (sebelum makan) dan makanlah dengan tanganmu serta makanlah (makanan) yang ada didepanmu,”(HR Bukhari dan Muslim).
Dalam hadist lain disebutkan, Rasulullah Saw bersabda kepada anak paman beliau, Abdullah bin Abbas Ra, “Wahai anak kecil, sesungguhnya aku ingin mengajarkan beberapa kalimat (nasehat) kepadamu, jagalah (batasan-batasan /syariat)Allah maka kamu akan mendapati-Nya dihadapanmu,” (HR Tirmidzi, Ahmad, dan lain-lain.)
      C.      Diberi Peringatan
Caranya, menggantung alat pemukul dirumah. Dalam sabda Rasulullah Saw menganjurkan, “gantungkanlah cambuk (alat pemukul) ditempat yang terlihat oleh penghuni rumah, karena itu merupakan pendidikan bagi mereka,” (HR Abdur Razaq).
Bukanlah maksud hadits ini agar orangtua sering memukul anggota keluarganya tapi maksudnya adalah sekedar membuat anggota keluarga takut terhadap ancaman tersebut sehingga mereka meninggalkan perbuatan buruk dan tercela. Jangan pula bersikap terlalu keras dan kasar. Sikap ini jelas bertentangan dengan sifat lemah lembut yang merupakan sebab datangnya kebaikan. Lebih dari itu janganlah menampakkan kemarahan yang berlebihan. Sabda Rasulullah Saw, “ bukanlah orang yang kuat itu (diukur)dengan (kekuatan) bergulat(berkelahi), tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Tips Agar Anak Saleh Dan Penurut
Agar anak kita jadi penurut dan tidak nakal, para ulama memberi nasehat seperti berikut:
Pertama, jika si kecil sedang tidur, bacalah “ Ya Latif” sebanyak tujuh kali dan kemudian hembuskan keubun-ubunya. Kedua, perbanyak berdoa memohon kepada Allah SWT untuk melembutkan hati anak-anak. Ketiga, bila bangun pagi , peluk anak dan usap kepalanya, dan bersalawat dan berniat dalam hati. Keempat, bacalah surah Al Fatihah dan surat Toha ayat 1-5.
Dan berikut adalah doa agar anak tetap saleh:
“Rabbana Hab lana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a’yun, waj’alna lilmuttaqina imamaa.”
Artinya : “Wahai Robb kami, karuniakanlah pada kami dan keturunan kami serta istri-istri kami penyejuk mata kami. jadikanlah pula kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Al Furqon :74)
Kemudian dilanjutkan dengan doa :
“Rabbi awzi’ni an asykuro ni’matakallati an’amta ‘alayya. Wa ‘ala waalidayya wa an a’mala sholihan tardhoh, wa ashlih lii fi dzurriyatiy innii tubtu ilaika wa inna minal muslimin.”
Artinya : “ Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu-bapakku, dan untuyk mengerjakan amal shaleh yang Engkau Rihoi, serta berilah kebaikan kepadaku dengan memberei kebaikan kepada anak cucuku.sungguh aku bertobat kepada-Mu dan sungguh aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri. “(QS A Ahqaf :15).

Sumber: Kisah Himah(118)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar