Mendidik anak memag terkesan mudah, tapi juga gampang-gampang sususah.
Sebelum sepenuhnya menyalahkan anak ada baiknya terlebih dahulu kenali
penyebabnya dan ikuti cara –cara islami untuk menanganinya. Salah satu caranya
adalah memberikan keteladanan dan memberi nasehat yang baik.
Allah SWT berfirman, ‘Wahai orang-orang orang –orang yang
beriman , sesungguhnya diantara istrimu dan anak-anakku ada yang menjadi musuh
bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka...” (Qs. At Taghabun : 14)
A.
Kenali
Sebab
Sebelum mencari solusi, kenali aneka
sebab mengapa anak bisa nakal dalam kaca mata islam. Pertama, pengarh
pendidikan buruk kedua orangtua. Rasulullah Saw bersabda, “ semua bayi
(manusia) dilahirkan diatas fitrah (kecenderungan menerima kebenaran islam dan
tauhid)maka kedua orangtuanyalah yang menjadikan (agama) yahudi, nasrani dan
majusi,” (HR Bukhari dan muslim).
Kedua, pengaruh lingkungan dan
pergaulan yang buruk, atau bisa juga duikarenakan sumber bacaan dan tontonan
yang buruk . sabda Rasulullah Saw “ roh-roh manusia adalah kelompok yang selalu
bersama. Maka yang saling bersesuaian diantara mereka akan saling berdekatan
dan yang tidak bersesuaian akan saling berselisih.” (HR Bukhari dan Muslim)
B.
Nasehat
Yang Baik
Syariat islam memberi solusi, yaitu teguran
dan nasehat yang baik. Nabi Muhammad Saw misalnya, ketika beliau melihat
seorang anak kecil ketika sedang makan menjulurkan tangannya ke berbagai sisi
nampan makanan, maka beliau bersabda “ wahai anak kecil, sebutlah nama Allah
SWT (sebelum makan) dan makanlah dengan tanganmu serta makanlah (makanan) yang
ada didepanmu,”(HR Bukhari dan Muslim).
Dalam hadist lain disebutkan,
Rasulullah Saw bersabda kepada anak paman beliau, Abdullah bin Abbas Ra, “Wahai
anak kecil, sesungguhnya aku ingin mengajarkan beberapa kalimat (nasehat)
kepadamu, jagalah (batasan-batasan /syariat)Allah maka kamu akan mendapati-Nya
dihadapanmu,” (HR Tirmidzi, Ahmad, dan lain-lain.)
C.
Diberi
Peringatan
Caranya, menggantung alat pemukul
dirumah. Dalam sabda Rasulullah Saw menganjurkan, “gantungkanlah cambuk (alat
pemukul) ditempat yang terlihat oleh penghuni rumah, karena itu merupakan
pendidikan bagi mereka,” (HR Abdur Razaq).
Bukanlah maksud hadits ini agar
orangtua sering memukul anggota keluarganya tapi maksudnya adalah sekedar
membuat anggota keluarga takut terhadap ancaman tersebut sehingga mereka
meninggalkan perbuatan buruk dan tercela. Jangan pula bersikap terlalu keras
dan kasar. Sikap ini jelas bertentangan dengan sifat lemah lembut yang
merupakan sebab datangnya kebaikan. Lebih dari itu janganlah menampakkan
kemarahan yang berlebihan. Sabda Rasulullah Saw, “ bukanlah orang yang kuat itu
(diukur)dengan (kekuatan) bergulat(berkelahi), tetapi orang yang kuat adalah
yang mampu menahan dirinya ketika marah.” (HR Bukhari dan Muslim).
Tips Agar Anak Saleh
Dan Penurut
Agar anak kita jadi penurut dan tidak nakal, para ulama
memberi nasehat seperti berikut:
Pertama, jika si kecil sedang tidur, bacalah “ Ya Latif”
sebanyak tujuh kali dan kemudian hembuskan keubun-ubunya. Kedua, perbanyak berdoa
memohon kepada Allah SWT untuk melembutkan hati anak-anak. Ketiga, bila bangun
pagi , peluk anak dan usap kepalanya, dan bersalawat dan berniat dalam hati.
Keempat, bacalah surah Al Fatihah dan surat Toha ayat 1-5.
Dan berikut adalah doa agar anak tetap saleh:
“Rabbana Hab lana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a’yun,
waj’alna lilmuttaqina imamaa.”
Artinya : “Wahai Robb kami, karuniakanlah pada kami dan
keturunan kami serta istri-istri kami penyejuk mata kami. jadikanlah pula kami
sebagai imam bagi orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Al Furqon :74)
Kemudian dilanjutkan dengan doa :
“Rabbi awzi’ni an asykuro ni’matakallati an’amta ‘alayya. Wa
‘ala waalidayya wa an a’mala sholihan tardhoh, wa ashlih lii fi dzurriyatiy
innii tubtu ilaika wa inna minal muslimin.”
Artinya : “ Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap
mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua
orang ibu-bapakku, dan untuyk mengerjakan amal shaleh yang Engkau Rihoi, serta
berilah kebaikan kepadaku dengan memberei kebaikan kepada anak cucuku.sungguh
aku bertobat kepada-Mu dan sungguh aku termasuk golongan orang-orang yang
berserah diri. “(QS A Ahqaf :15).
Sumber: Kisah
Himah(118)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar