Minggu, 20 Juli 2014

Tata cara Sholat Idul Fitri:




Setelah puasa Romadhan usai kita akan bersama-sama melakukan sholat Idul Fitri yang kemudian dilanjutkan dengan acara halal bihalal untuk saling memaafkan. Untuk itu pada kesempatan ini kami akan menampilkan mengenai tata cara melaksanakan sholat idul fitri:

Pada tanggal 1 Syawal, sesudah kita menunaikan shalat subuh dan sesudah kita mandi sunah Hari Raya, lalu berangkatlah menuju masjid atau tanah lapang dengan memperbanyak mengucapkan takbir.


اللهُ اكبَرْ, اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُوَِللهِ الحَمْد

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR,  ALLAHU AKBAR, LAA ILAA HA ILLA ALLAHU WA ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR WA LILLAAHILHAMD
Artinya :
Allah Maha besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada Tuhan( yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji hanya milik Allah.
Niat Shalat Idul Fitri
Ushallii sunnatal-li'iidil-fitri rak'ataini lillahi ta'aalaa.

Artinya:
''Aku niat shalat sunah 'Idul Fitri dua raka'at karena Allah Ta'ala.''

Pada rakaat pertama :
Sesudah niat mula-mula membaca takbiratul ihram kemudian membaca doa iftitah, selanjutnya takbir 7 kali dan setiap habis takbir disunahkan membaca :

Subhaanallahi wal-hamdu lillaah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar.

Artinya :
Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Maha Besar


Setelah takbir 7 kali dan membaca tasbih tersebut. Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan disambung dengan membaca surat yang disukai, dan lebih utama membaca surat Qaf atau surat Al-A'la (Sabbihisma Rabbikal-a'laa).

Pada raka'at kedua,
sesudah berdiri untuk raka'at kedua membaca takbir 5 kali, dan setiap takbir disunahkan membaca tasbih seperti pada raka'at pertama.

Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan diteruskan dengan bacaan surat yang kita kehendaki, tetapi lebih utama membaca surat Al-Ghayiah. Bacaan itu dengan suara yang nyaring. Imam menyaringkan yakni mengeraskan suaranya pada waktu membaca surat Al-FATIHAH dan surat-surat lainnya, sedangkan makmum tidak nyaring.
 Shalat ini dikerjakan dua raka'at dan dilakukan sebagaimana shalat-shalat lainnya.

Khutbah dilakukan sesudah shalat 'Id dua kali, yaitu pada khutbah pertama membaca takbir 9 kali dan pada khutbah kedua membaca takbir 7 kali dan pembacaannya harus berturut-turut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar