Nabi Musa penasaran pada seorang yang
disebutkan Allah akan menjadi pendampingnya disurga kelak. Setelah bertemu, ia
ternyata seorang yang taat dan sangat berbakti kepada orang tuanya, meskipun
orang tuanya sudah berubah menjadi babi karena dosanya kepada Allah. Karena
anak yang berbakti ini pula, Allah akhirnya menempatkan kedua orang tuanya juga
di surga.
Pada
suatu hari, Nabi Musa bertanya kepada Yang Maha Kuasa, “ Ya Allah, siapakah
orang di surga nanti yang akan menemani saya?” mendapat pertanyaan dari nabi
Musa, Allahpun menyebutkan nama seorang lelaki, sebut saja namanya Usman. Allah
menyebutkan ia berada di sebuah desa yang agak jauh dari tempatmu ini
Ciri-cirinya, yang sangat taat kepada kedua orang tuanya. Setelah mendapat
jawaban, Nabi Musapun segera menuju ke tempat yabg disebutkan Allah.
Dengan
pertolongan beberapa orang penduduk setempat, Nabi Musa akhirnya bisa bertemu
dengan Usman. Nabi Musa pun mengetuk pintu rumah Usman dan memberi salam.
Setelah menjawab salam Nabi Musa, Usman membukakan pintu dan mempersilahkan
masuk tamu yang baru datang.
Setelah
masuk ke rumah usman, Nabi Musa dipersilahkan
duduk. Setelah duduk, Usman sebagai tuan rumah tidak memperhatikannya.
Usman malah masuk dalam bilik dan melakukan sesuatu didalam. Namun sejenak
kemudian dia keluar sambil membawa seekor babi betina yang besar. Babi itu
dipeluknya lantas keluar rumah.
Merawat babi.
Tentu
saja Nabi Musa terkejut melihatnya. “ Apa yang dikerjakan oleh usman?” kata
Nabi Musa berbisik dalam hatinya penuh keheranan. Babi itu dibersihkannya dan
dimandikan dengan baik. Setelah babi itu dibersihkan sampai kering, Usman
memeluk dan dan menciumnya. Lantas babi itu diantar ke tempat semula kedalam
bilik. Tidak lama kemudian dia keluar sekali lagi dengan membawa pula seekor
babi jantan yang lebih besar. Babi itu juga dimandikan dan dibersihkan,Kemudian
dilap hingga kering dan dipeluk serta dicium dengan penuh kasih sayang. Babi
itu kemudian diantar pula ke bilik tadi. Setelah selesai melakukan pekerjaannya
itu. Ia baru melayani Nabi Musa. “ Wahai saudara, apa agamamu kamu?”
“Agama
saya islam” jawab pemuda itu.
“
lalu mengapa kamu merawat babi. Agamamu tidak memperbolehkan itu,” kata Nabi
Musa.
“
Wahai tuan hamba, sebenarnya kedua babi itu adalah ayah dan ibu kandungku.
Mereka telah melakukan dosa yang besar, Allah telah mengubah muka mereka
menjadi babi ini. Soal dosa mereka dengan Allah itu soal lain, Itu urusannya
dengan Allah. Saya sebagai anaknya tetap melaksanakan kewajiban saya sebagai
anak. Setiap hari saya berbakti kepada kedua orang tuaku seperti yang tuan
hamba lihat tadi. Walaupun mereka sudah menjadi babi, saya tetap melaksanakan
tugas saya,” sambungnya.
Doa
Anak Saleh
Setelah
sejenak menghela nafas. Usman kembali menlanjutkan kisahnya, “ Setiap hari saya
berdoa kepada Allah agar mereka diampuni. Saya memohon supaya Allah
mengembalikan wajah mereka menjadi manusia lagi, tetapi Allah masih belum
mengabulkannya’” tambah pemuda itu lagi.
Maka
saat itu juga Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa, “ Wahai Musa, inilah
orang yang akan berteman denganmu disurga nanti. Hasil baktinya yang sangat
tinggi kepada kedua orang tuanya . Kepada orang tuanya yang sudah menjadi
babipun ia tetap berbakti. Oleh karena itu, kami naikkan maqamnya sebagai anak
saleh di sisiku.”
Allah
juga berfirman lagi, “ oleh karena dia telah berada di maqam anak yang saleh
disisiku, maka Aku angkat doanya. Tempat kedua ayah-ibunya yang Aku sediakan di
dalam neraka telah Aku pindahkan ke dalam surga. Itulah berkat anak yang
saleh.”
Doa
anak yang saleh dapat menebus dosa ayah-ibunya yang akan masuk neraka untuk
pindah ke surga. Nabi Musa pun mengerti mengapa Usman akan menjadi orang yang
mendampinginya di surga. Hal ini ternyata karena kecintaannya yang teramat
dalam kepada kedua orang tuanya.
ooooo000ooooo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar