Sabtu, 14 Maret 2015

ADAB DAN KEWAJIBAN SAAT SAKIT



Hidup adalah ujian dan Segala sesuatu yang dialami di dunia ini adalah cobaan Allah SWT. Salah satu bentuk ujian yang diberikan oleh Allah kepada manusia adalah sakit. Kebanyakan manusia cenderung menganggap bahwa cobaan atau ujian hidup terbatas pada hal-hal yang tidak menyenangkan seperti bencana alam , kebangkrutan, sakit atau musibah. Tanpa disadari bahwa nikmat berupa kesehatan, kekayaan, kesenangan dan jabatan adalah ujian yang lebih berat dari ujian kesukaran hidup. Sebagai orang beriman, kita wajib mempercayai bahwa dibalik segala sesuatu yang terjadi pada manusia pasti ada hikmahnya.
A.   Adab Dan Kewajiban Orang Yang Sakit
         1.    Berobat
Dalam keadaan sekalipun manuisa tetap diwajibkan untuk selalu berusaha. Baik itu secara lahiriah (berobat dan memeriksakan diri kepada Ahlinya) mupun batiniyyah(kontak batin dengan Allah SWT, yaitu selalu berdoa dan memohon kesembuhan kepada Allah SWT.)
         2.    Sabar Dan Ikhtiar
         3.    Tetap melakukan ibadah
Agama islam itu luwes dan mudah dilakukan. Islam memberikan keringanan kepada pemeluknya yang sakit dalam melaksanakan rukun shalat mapun syarat-syarat yang lain seperti bersuci (thaharah), tayamum dan sebagainya.cara melakukannyapun bisa dilakukan sesuai kemampuan seperti duduk, berbaring atau dengan cara lain yang tidak memberatkan diri.
        4.    Tawakal dan tidak putus asa
        5.    Memperbanyak dzikir
        6.    Memantapkan iman dan akhlak
        7.    Memperbanyak istighfar kepada Allah swt. Dan bermusahabah diri (introspeksi diri)

B.   Keutamaan Orang Yang Sakit
Diantara keutamaan-keutamaan yang akan diperoleh seorang muslin yang sabar dan ikhlas dikala sakit adalah :
        1.    Doa orang sakit termasuk doa yang mustajab sebagaimana doa malaikat. Dalam sebuah hadits disebutkan :
“jika kamu datang mengunjungi si sakit, maka mintalah ia berdoa untukmu karena doanya seperti doa malaikat (yakni besar kemungkinan dikabulkan.)” (HR. Ibnu Majjah, dari Umar ra.)
          2.    Bagi orang yang menderita cacat mata dan dia bersabar, maka Allah swt. Menjanjikan balasannya yaitu surga. Sebagaimana dalam hadits disebutkan :
“ Jika Aku menguji hamba-Ku dengan (menghilangkan penglihatan) kedua mata yang sangat dicintainya kemudian dia bersabar, Aku akan menggantinya dengan surga.” (HR.Bukhari)
          3.    Orang yang bersabar terhadap penyakit yang di deritanya termasuk penduduk surga.
        4.    Bagi orang yang biasa mengerjakan kebaikan semasa lapang dan sehatnya, akan tetap dicatatkan untuknya pahala kebaikannya jika ia terhalang karena sakit.

C.   Himah Yang Dapat Dipetik Bagi Orang Yang Sakit.

          1.    Ampunan bagi dosa dan kesalahan
Manusia seringkali melakukan kesalahan , baik disengja maupun tidak disengaja. Sedang musibah yang menimpa tubuh manusia, dapat menjadi ampunan bagi kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukannya. Allah Swt. Berfirman :
“Dan apa saja musibah yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri. Dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”. (QS.Asyuro:30)
          2.    Berbagai amalan kebaikan dicatat dan derajat ditinggikan.
Rasulullah Saw bersabda” “tidaklah seorang muslim tertusuk atau yang lebih kecil dari duri melainkan ditetapkan baginya satu derajat dan dihapuskan darinya satu kesalahan”.
          3.    Pembuka jalan ke surga
          4.    Keselamatan dari api neraka
          5.    Mengembalikan Hamba kepada Tuhan-Nya dan mengingatkan kelalaiannya.
Biasanya jika seseorang dalam keadaan sehat walafiat, mereka sering terlena dan tenggelam dalam kenikmatan dan syahwat.akan tetapi jika Allah mencoba suatu musibah, maka dia baru menyadari sdan bisa merasakan kelemahan, kehinaan dan ketidakmampuannya dihadapan Allah dengan penuh penyesalan dan kepasrahan diri.
          6.    Mengingatkan manusia akan nikmat Allah yang lalu dan yang ada.
          7.    Mensucikan hati dari berbagai penyakit .

D.   Keutamaan Menjenguk Orang Sakit
Salah satu dari adab kesopanan islam, ialah agar orang Islam itu menjenguk orang yang sakit dan mengetahui keadaannya, demi untuk menghibur hatinya dan menunaikan haknya. Berkata Ibnu Abbas r.a.: "Menjenguk si sakit di pagi hari adalah sunnah, dan jika setelah itu, sukarela." Mengenai hadits-hadits keutamaan menjenguk orang sakit, ada banyak, diantaranya: 
  1. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abu Hurairah r.a., katanya: Telah bersabda Rasulullah saw.: "Siapa yang menjenguk orang yang sakit, maka akan terdengarlah seruan dari langit: Baik sekali perbuatan Anda, baik sekali kunjungan Anda, dan Anda telah menyediakan suatu tempat tinggal dalam surga."
  2. Diterima dari Tsauban bahwa nabi saw. bersabda: "Seorang Muslim bila menjenguk saudaranya yang Muslim akan selalu berada di tengah khurfah surga sampai ia kembali." Ketika ditanyakan orang apa artinya khurfah surga itu, maka ujarnya: "Hasil buahnya."
  3. Diterima dari Ali r.a. bahwa ia mendengar Nabi saw. bersabda: "Setiap Muslim yang menjenguk Muslim lainnya di waktu pagi, akan didoakan oleh tujuh puluh ribu Malikat sampai sore, dan jika ia menjenguknya di waktu sore, akan didoakan oleh tujuh puluh ribu Malaikaat hingga waktu pagi, sedang dalam surga tersedia buah-buahan yang telah dipetik."
E.   Adab Menjenguk Orang Sakit
  1. Disunnatkan mendo'akan si sakit agar cepat sembuh dan sehat kembali,
  2. memberinya nasihat agar tabah dan sabar,
  3. menyampaikan ucapan-ucapan yang baik yang dapat menghibur hati dan menguatkan jiwanya.
  4. Dan disunahkan memendekkan waktu berkunjung, dan menjarangkannya sepatutnya agar tidak menyusahkan si sakit, kecuali jika ia menghendaki sebaliknya.
  5. Minta dido'akan oleh si sakit.
  6. Sebaiknya untuk keluarga pasien disamping menungguinya / mendampingi selama dalam perawatan, juga yang tak kalah pentingnya adalah mengingatkan dan mengajak si pasien untuk menjalan kewajiban ibadah shalat tepat pada waktunya.
Demikian semoga bermanfaat dan semoga kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang sabar dan ridho terhadap ujian yang ditimpakan dan senantiasa bersyukur ata rahmat dan karunia Allah Swt. Yang dilimpahkan-Nya. Amin.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar