Saat ini banyak orangtua sibuk memilihkan sekolah untuk
anaknya. kualitas dan jaminan mutu pendidikan tentu jadi jadi harapan. Tapi
jangan lupa, pendidikan agama dan akhlak jangan sampai terabaikan.
Islam menjunjung tinggi keilmuan, sehingga setiap muslim
apalagi generasi muda dipacu mencari ilmu. Agar generasi anak kita berilmu dan
berakhlakul karimah, tentu islam punya solusinya, apa itu? Berikut beberapa
tuntunanya:
A.
IKHLAS
Tanamkan nilai pada anak kita agar
rela dan ikhlas selama menuntut ilmu. Ikhlas berarti belajar tanpa paksaan.
Tanamkan niat belajar ikhlas karena Allah. imam Al –Gjazali berkata :
‘ beberapa malam telah ku hidupkan
dengan mengulang-ulang belajar dan menelaah berbagai buku dan beberapa malam
kau haramkan dirimu untuk tidur. Aku tidak tahu motivasi apa yang mendorongmu
berbuat itu? Jika niatmu untuk menarik materi duniawi, menarik serpihannya dan
memperoleh kedudukan, lalu berbangga diri dihadapan kawan-kawan dan orang-orang
sesamamu, maka celakalah engkau.”
B.
TAWADUK
Kunci kedua sukses cari ilmu adalah
tawaduk. Allah memerintahkan RasulNya Swt untuk bersikap tawaduk, merendahkan
hati dan berlemah lembut.”dan rendahkanlah hatimu bagi orang-orang yang
mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman. “ (QS Asy Syuara (26): (215).
Berilah nasehat kepada anak kita agar
tidak suka menentang guru. Rasul bersabda, “Tidaklah sesuatu kamu tersesat
setelah meraih hidayah kecuali karena mereka suka berdebat.”
Imam Ghazali berkata : “Barang siapa
melontarkan pertanyaan dan sanggahan s\dengan perasaan hasad dan benci, maka
meskipun setiap kali kamu jawab dengan jawaban terbaik, benar, dan terjelaspun
tidak menambahkan kepadanya selain kebencian dan permusuhan. Karena itu
janganlah kamu repot-repot menjawabnya.”
Selanjutnya, bertanya adalah kunci
ilmu. Bertambahnya ilmu dengan berusaha mencari dan diraihnya ilmu dengan
bertanya. Ilmu diperoleh dengan lisan yang pandai bertanya dan hati yang selalu
berfikir dan berdzikir.
C.
MANFAATKAN
WAKTU
Selanjutnya tanamkan kepada anak-anak
kita bahwa belajar diwaktu muda dengan pikiran yang sempurna dan otak yang
segar membuat hafalan lebih mudah melekat dengan kuat. Dengan begitu dia akan
semangat dan tidak menunda mencari ilmu menunggu tua. Selanjutnya, arahkan anak
kita belajar di waktu terbaik. Waktu pagi adalah waktu yang baik untuk belajar,
karena pada waktu itu kondisi lita luang, pikiran masih jernih, dan tubuh masih
segar. Rasululllah Saw bersabda: “waktu utama adalah waktu sahur(menjelang
subuh), sebab merupakan waktu istijabah (pengabulan doa) dan waktu turunnya
rahmat.”
D.
IRINGI
DOA
Tak kalah pentingnya, ingatkan anak
kita agar senantiasa lekat dengan doa selama menuntut ilmu.
Doanya: “Allaahumma akhrijnaa min zhulumaatil wahmi,
wa-akrimanaa bi-nuuril fahmi, waftah’alainaabi ma’rifatik, wasahii lanaa
abwaaba fadhlika yaa arhamarraahimiin.” Artinya, “Ya Allah, keluarkanlah kami
dari kegelapan prasangka, muliakanlah kami dengan cahaya kefahaman, dan
bukakanlah kepada kami makrifat-Mu, dan mudahkanlah untuk kami dalam menggapai
pintu-pintu anugerah-Mu, wahai Dzat Yang Paling Penyayang.” semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar