Kamis, 15 Januari 2015

ADAB ISLAMI MENCARI ILMU



Saat ini banyak orangtua sibuk memilihkan sekolah untuk anaknya. kualitas dan jaminan mutu pendidikan tentu jadi jadi harapan. Tapi jangan lupa, pendidikan agama dan akhlak jangan sampai terabaikan.
Islam menjunjung tinggi keilmuan, sehingga setiap muslim apalagi generasi muda dipacu mencari ilmu. Agar generasi anak kita berilmu dan berakhlakul karimah, tentu islam punya solusinya, apa itu? Berikut beberapa tuntunanya:
A.      IKHLAS
Tanamkan nilai pada anak kita agar rela dan ikhlas selama menuntut ilmu. Ikhlas berarti belajar tanpa paksaan. Tanamkan niat belajar ikhlas karena Allah. imam Al –Gjazali berkata :
‘ beberapa malam telah ku hidupkan dengan mengulang-ulang belajar dan menelaah berbagai buku dan beberapa malam kau haramkan dirimu untuk tidur. Aku tidak tahu motivasi apa yang mendorongmu berbuat itu? Jika niatmu untuk menarik materi duniawi, menarik serpihannya dan memperoleh kedudukan, lalu berbangga diri dihadapan kawan-kawan dan orang-orang sesamamu, maka celakalah engkau.”
B.      TAWADUK
Kunci kedua sukses cari ilmu adalah tawaduk. Allah memerintahkan RasulNya Swt untuk bersikap tawaduk, merendahkan hati dan berlemah lembut.”dan rendahkanlah hatimu bagi orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman. “ (QS Asy Syuara (26): (215).
Berilah nasehat kepada anak kita agar tidak suka menentang guru. Rasul bersabda, “Tidaklah sesuatu kamu tersesat setelah meraih hidayah kecuali karena mereka suka berdebat.”
Imam Ghazali berkata : “Barang siapa melontarkan pertanyaan dan sanggahan s\dengan perasaan hasad dan benci, maka meskipun setiap kali kamu jawab dengan jawaban terbaik, benar, dan terjelaspun tidak menambahkan kepadanya selain kebencian dan permusuhan. Karena itu janganlah kamu repot-repot menjawabnya.”
Selanjutnya, bertanya adalah kunci ilmu. Bertambahnya ilmu dengan berusaha mencari dan diraihnya ilmu dengan bertanya. Ilmu diperoleh dengan lisan yang pandai bertanya dan hati yang selalu berfikir dan berdzikir.
C.      MANFAATKAN WAKTU
Selanjutnya tanamkan kepada anak-anak kita bahwa belajar diwaktu muda dengan pikiran yang sempurna dan otak yang segar membuat hafalan lebih mudah melekat dengan kuat. Dengan begitu dia akan semangat dan tidak menunda mencari ilmu menunggu tua. Selanjutnya, arahkan anak kita belajar di waktu terbaik. Waktu pagi adalah waktu yang baik untuk belajar, karena pada waktu itu kondisi lita luang, pikiran masih jernih, dan tubuh masih segar. Rasululllah Saw bersabda: “waktu utama adalah waktu sahur(menjelang subuh), sebab merupakan waktu istijabah (pengabulan doa) dan waktu turunnya rahmat.”
D.     IRINGI DOA
Tak kalah pentingnya, ingatkan anak kita agar senantiasa lekat dengan doa selama menuntut ilmu.
Doanya: “Allaahumma akhrijnaa min zhulumaatil wahmi, wa-akrimanaa bi-nuuril fahmi, waftah’alainaabi ma’rifatik, wasahii lanaa abwaaba fadhlika yaa arhamarraahimiin.” Artinya, “Ya Allah, keluarkanlah kami dari kegelapan prasangka, muliakanlah kami dengan cahaya kefahaman, dan bukakanlah kepada kami makrifat-Mu, dan mudahkanlah untuk kami dalam menggapai pintu-pintu anugerah-Mu, wahai Dzat Yang Paling Penyayang.”      

semoga bermanfaat.

                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar