Rabu, 20 Mei 2015

SHALAT WITIR



Shalat Witir adalah sahalat sunnah yang dilaksanakan antara waktu insya’ hingga waktu shalat shubuh. Witir berasal kata (وِتْرٌ ) berarti ‘Ganjil’ atau tidak genap, karena itu sholat witir harus dilakukan dengan jumlah raka’at ganjil yaitu mulai dari 1 raka’at, 3, 5, 7, 9 sampai 11 raka’at dalam 1 malam. Shalat ini dimaksudkan sebagai penutup waktu malam untuk "mengganjili" shalat-shalat yang genap. Karena itu, dianjurkan untuk menjadikannya akhir shalat malam.
Sholat witir selalu dikerjakan oleh Rasulullah SAW semasa hidupnya dan memiliki kedudukan sebagai shalat sunnah muakkadah. Cara pelaksanaannya tidak dianjurkan dilaksanakan secara berjama’ah kecuali witir pada pertengahan ramadhan yang dilakukan setelah sholat tarawih.
Jumlah Raka’at Dan Waktu Shalat Witir
Waktu Mengerjakan Sholat Witir adalah sepanjang malam, Sesudah Shalat Isya atau Sesudah Sholat Tahajjud, sedang di Bulan Ramadhan adalah sesudah Sholat Terawih.
Jadi Sholat Witir tidak hanya di kerjakan di Bulan Ramadhan saja, tetapi di Kerjakan pada Tiap-tiap malam walaupun hanya satu Raka'at.
Rasulullah salallahu 'alaihi wassallam. Bersabda : "Sesungguhnya Allah telah Menambahkan untuk kalian Satu Sholat yaitu Shalat Witir. Maka Kerjakanlah Sholat Witir antara Sholat Isya hingga Sholat Shubuh". (HR. Imam Ahmad dari Abu Basrah).
Jumlah 1 rakaat dalam witir adalah raka’at paling sedikit tapi lebih utama jika dikerjakan 3 – sampai 11 raka’at, caranya dengan melakukan 2 rakaat diakhiri dengan salam lalu shalat lagi satu rakaat, akhiri lagi dengan salam, jika ingin melaksanakan sebelas rakaat, berarti lakukan 2 rakaat x 5 ditambah 1 rakaat lagi.
Dalam haditas lain juga disebutlkan bahwa Rasulullah memisahkan 2 raka’at kemudian ditamabah 1 rakaat lagiyang Artinya:

"Dari Ibnu Umar radhiyallahuanhu berkata bahwa Nabi M,uhammad SAW memisahkan antara rakaat yang genap dengan rakaat ganjil dengan salam". (HR.Muslim)

Waktu Mengerjakan Sholat Witir adalah sepanjang malam, Sesudah Shalat Isya atau Sesudah Sholat Tahajjud, sedang di Bulan Ramadhan adalah sesudah Sholat Terawih.
Jadi Shokat Witir tidak hanya di kerjakan di Bulan Ramadhan saja, tetapi di Kerjakan pada Tiap-tiap malam walaupun hanya satu Raka'at..
Rasulullah salallahu 'alaihi wassallam. Bersabda : "Sesungguhnya Allah telah Menambahkan untuk kalian Satu Sholat yaitu Shalat Witir. Maka Kerjakanlah Sholat Witir antara Sholat Isya hingga Sholat Shubuh". (HR. Imam Ahmad dari Abu Basrah).

Tata Cara shalat witir :

Pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan sholat sunnah pada umumnya baik sholat tahajud atau shalat duha yang pernah dijelaskan sebelumnya, Berikut ini langkah-langkahnya :
  1. Niat
أصلي سنة الوتر وكعتين لله تعالي
Ushallii sunnatal witri rak’ataini lillahi ta’alaa
Artinya : Saya shalat sunnah witir 2 raka’at karena Allah ta’ala
Niat diucapkan dalam hati bersmaan dengan takbiratul ihram : Allahu akbar
Bacaan niat diatas jika untuk witir 2 raka’at
sedangkan untuk witir 1 raka’at sebagai berikut :
أصلي سنة الوتر وكعة لله تعالي
Usalli sunnatal witri rak’atan lillahi ta’alaa
Artinya: Aku sholat sunnah witir 1 roka’at karena Allah Ta’ala
Jika anda shalat dengan cara berjemaah dan menjadi makmum maka dalam niat ditambah makmuman atau menjadi ma’mum
  1. Membaca Alfatihah dilanjutkan dengan membaca surat pendek dalam Alqur’an :
a.       Raka’at pertama Surat Al-A’la
b.       Raka’at ke dua surat Alkafirun
  1. Salam
  2. Berdiri lagi untuk melaksanakan shalat 1 raka’at, setelah membaca Alfatihah dilanjutkan membaca surat : Al-ikhlash, surat Alfalaq dan surat Annas
  3. Lalu akhiri dengan salam
Doa Witir
Rasulullah membaca doa’a berikut ini pada akhir witirnya:
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلاً صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ.
اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا، وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اَللَّهُ، يَا اَللَّهُ، يَا اَللَّهُ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

"Allaahumma innaa nas-aluka iimaaman daa-iman wa nas-aluka Qalban khaasyi'an wa nas aluka 'ilman naafi'an wa nas-aluka yaqiinan shaadiqan wa nas-aluka 'amalan shaalihan wa nas-aluka diinan qayyiman wa nas-aluka khairan katsiiran wa nas-aluka 'afwawal 'aafiyata wa nas-aluka tamaamal 'aafiyati wa nas-alukasy Syukra'alal 'aafiyati wa nas-aluka ghinaa 'aninnaasi.
Allaahumma rabbanaa taqqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa wa qiyaamanaa wa takhasysyu'anaa wa tadharru'anaa wa ta'abbudunaa wa tammim taqshiiranaa ya Allaahu ya Allaahu ya Allaahu ya Arhamar raahimiina wa shallallaahu 'alaa khairi khalqihi muhammaadin wa 'alaa aalihii wa shahbihii ajma'iina wal hamdu lillaahi rabbil 'aalamiina..."

Artinya :

"Wahai Tuhanku !! Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang Langeng, kami memohon kepada-Mu Hati yang Khusyuk, kami memohon kepada-Mu Ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu Keyakinan yang Benar, kami memohon kepada-Mu Amal yang Shaleh, kami memohon kepada-Mu Agama yang Lurus, kami memohon kepada-Mu Kebaikan yang Banyak, kami memohon kepada-Mu Ampunan dan Kesehatan, kami memohon kepada-Mu Kesehatan yang Sempurna, kami memohon kepada-Mu Bersyukur atas Kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu Kecukupan dari semua Manusia.
Wahai Tuhanku !! Tuhan kami, Terimalah Sholat kami, Puasa kami, Rukuk kami, Khusyuk kami, kerendahan kami, dan Pengabdian kami serta sempurnakanlah kekurangan kami.
Wahai Allah.. !! Wahai Allah.. !! Wahai Allah..!!
Wahai Dzat yang Maha Penyayang !! Berilah kesejahteraan kepada sebaik-baik Makhluk yakni Nabi Muhammad, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya, dan Segala Puji bagi Allah Tuhan semesta Alam". Aamiin ya rabbal alamiin..

Terkait doa ini banyak ulama berbeda pendapat, ada yang mengatakan bahwa doa tersebut di baca saat membaca doa qunut ada yang mengatakan pada saat tasyahud pada raka’at sebelum salam. Ada yang mengatakan dibaca setelah melaksanakan shalat witir. Namun bagi yang belum hafal bisa membaca doa dengan bahasa yang telah dihafal atau bisa menggunakan bahasa sehari-hari.

Dari :Berbagai sumber


Rabu, 13 Mei 2015

Doa Lupa Membaca Basmallah



 بِسْمِ اللهِ فِى أَوَّلِهِ وَ اَخِرِهِ 
BISMILLAAHI FII AWWALIHI WA AKHIRIHI. 
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah pada permulaan dan penghabisan.”(HR. Ibnu Majah)

Sabtu, 09 Mei 2015

Doa Menjauhkan Permusuhan : ( Prayer for Prevention from Hostility )



Allaahumma laa tusymit bii ‘aduwwii wa laa tasu’ubii shodiiqii wa laa taj’al mushiibatii fii diinii wa laa taj’alid dunyaa akbaro hammii wa laa tusallith ‘alayya man laa yarchamunii yaa hayyu yaa qayyuum.
Artinya: “Ya Allah, janganlah jadikan musuhku gembira karena kesusahanku, dan janganlah jadikan temanku membuat kejahatan terhadapku dan janganlah jadikan kemalanganku dalam urusan agamaku dan janganlah jadikan kepentingan dunia menjadi pusat perhatianku dan janganlah jadikan orang yang tidak berbelas kasihan ber maha raja lela atasku, wahai Tuhan yang hidup yang berdiri sendiri.”
“ Oh Allah, do not let my enemy joyful for my sorrow, and do not let my friends do evil to me, and do not let my misfortune into my religious life, and do not let wordly matters into my focus of attention,and do not let merciless people overwhelm me,oh lord who is independent of all “

Sabtu, 02 Mei 2015

KEUTAMAAN DAN MANFAAT SOLAT ISYA DAN SUBUH



Di antara shalat-shalat yang ada, shalat subuh adalah yang mengawali hari. Ia adalah shalat yang paling penting yang harus dijaga betul pelaksanaannya, sebab tidak semua orang bisa konsisten, bahkan shalat ini terasa berat bagi orang-orang munafik.
“Shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya’ dan shalat subuh” (HR.Ahmad).
Shalat subuh berjamaah adalah tolak ukur sejauh mana kejujuran dan keimanan seorang muslim. Di dalam sebuah riwayat shahih bahwa Ibnu Umar ra. Pernah berkata:
“Ketika kami tidak melihat seseorang dalam shalat subuh atau isya’, kami langsung berprasangka buruk kepadanya.”
Ini wajar, mengingat shalat-shalat lain selain subuh dan isya’ bisa dilakukan oleh seseorang dengan mudah karena memang waktunya bertepatan dengan saat bekerja dan terjaga. Oleh karena itu tidak ada yang mampu konsisten menjaga shalat isya’ dan subuh secara berjamaah selain orang beriman yang diharapkan ada kebaikan muncul darinya.
Karena hal tersebut di atas, maka banyak keutamaan yang didapatkan dari shalat subuh berjamaah, di antaranya:
1. Shalat subuh adalah faktor dilapangkannya rizki seorang hamba walau sezuhud apapun dan sangat tidak peduli dengan urusan dunia, ia tetap senang kalau lapang rizkinya minimal mencukupi kebutuhan diri sendiri untuk menyelamatkan muka dari hinanya meminta-minta. Dan demi Allah untuk mencapai ini jalannya adalah dengan menaati Allah.
Ini bukan berarti orang yang melaksanakan shalat subuh pasti pulang dengan kantong penuh uang, tetapi yang dimaksud adalah bahwa ketaatan kepada Allah dengan cara menjaga untuk terus istiqomah dalam shalat subuh berjamaah akan mendatangkan taufik dari Allah sehingga nantinya seorang hamba memperoleh keridhoan dan kelurusan dari Rabb-Nya yang pada gilirannya ia akan menghabiskan sisa harinya dalam pertolongan dan kemudahan dari Allah dalam urusan-urusannya.
“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS.Ath Thalaq : 2-3)
2. Shalat subuh menjaga diri seorang muslim: “Barang siapa yang melaksanakan shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah, maka jangan sampai Allah menarik kembali jaminan-Nya dari kalian dengan sebab apa pun. Karena siapapun yang Allah cabut jaminan-Nya darinya dengan sebab apa pun, pasti akan tercabut. Kemudian Allah akan telungkupkan wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR.Muslim)
Makna berada dalam jaminan Allah adalah dalam lindungan, penjagaan, dan pemeliharaan dari-Nya. Sungguh itu semua adalah rahmat, maka semua kepedihan berubah menjadi harapan. Sungguh itu semua adalah kelembutan Allah, yang jika turun kepada kita akan sanggup menjadikan api menjadi dingin dan damai. Itulah hikmah, kemuliaan, dan kehendak yang tak terkalahkan. Jika ia datang, mampu merubah musuh menjadi teman setia, dan mampu merubah singa yang buas menjadi kucing yang penurut.
3. Shalat subuh sama dengan shalat malam semalam suntuk. Alangkah besar keutamaan yang Allah berikan kepada umat ini. Pertama kali, Allah wajibkan shalat malam dalam firman Allah yang artinya: ”Wahai orang yang berselimut bangunlah untuk shalat di malam hari kecuali sedikit.” (QS.Al Muzzammil : 1-2)
Setelah itu Allah menghapus perintah tersebut sebagai bentuk peringanan dalam firman-Nya dalam QS.Al Muzzammil : 20.
Setelah menghapuskan kewajiban shalat malam, Allah tetap menetapkan bagi kita keutamaannya sebagaimana hadits berikut: ”Barang siapa yang melaksanakan shalat isya’ secara berjamaah maka ia seperti shalat malam separuh malam. Dan barang siapa melaksanakan shalat subuh secara berjamaah maka ia seperti shalat malam satu malam penuh.” (HR.Muslim)
4. Shalat subuh tolok ukur keimanan. Orang yang mengaku beriman tidak perlu sulit-sulit mengetahui kadar keimanannya, ia cukup mengukurnya dengan shalat subuh untuk mengetahui apakah dirinya termasuk jujur dalam beriman ataukah berdusta, apakah ia beriman di atas keikhlashan ataukah riya.
Rasulullah SAW bersabda: “Shalat terberat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya’ dan subuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak .” (HR.Ahmad)
5. Shalat subuh adalah penyelamat dari neraka. Nabi SAW bersabda, “Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya.” (HR.Muslim)
Ini adalah ketetapan Nabi yang mulia, bahwa siapa yang memelihara pelaksanaan shalat subuh dan ashar maka dia tidak akan masuk neraka dengan izin Allah SWT.
6. Shalat subuh adalah penyebab orang masuk surga.
Nabi SAW bersabda, “Siapa yang melaksanakan dua shalat bardain dia masuk syurga” (HR.Bukhari).
Shalat bardain adalah shalat subuh dan ashar. Disebut Al Bardain (dua waktu dingin) karena keduanya dilaksanakan pada waktu dinginnya siang, tepatnya pada kedua ujung siang ketika suasana teduh dan tidak ada terik panas.
7. Shalat subuh akan mendatangkan nikmat berupa bisa melihat wajah Allah yang mulia apabila penghuni syurga telah memasuki syurga.
Allah berfirman: ‘Apakah kalian ingin aku beri tambahan?, Mereka menjawab, ’Bukankanh Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankan Engkau telah memasukkan kami ke dalam syurga? Dan Engkau selamatkan kami dari neraka?’ Rasulullah melanjutkan, ”Kemudian dibukalah tabir, maka tidak ada lagi nikmat yang lebih besar daripada nikmat bisa melihat Rabb mereka. Inilah nikmat tambahan itu.” Lalu beliau membaca surat Yunus : 26 yang artinya: “Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik jannah dan tambahannya.” (HR.Muslim)
8. Shalat subuh adalah suatu syahadah khususnya bagi yang konsisten memeliharanya. “Malaikat-malaikat siang bergantian mendampingi kalian dengan malaikat-malaikat malam, dan mereka berkumpul pada waktu shalat subuh dan ashar setelah itu malaikat yang semalaman menjaga kalian naik ke langit. Lalu Allah bertanya kepada mereka dan dia lebih tahu tentang mereka, ’Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hambaku? Mereka menjawab, ’Kami menginggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami datang kepada mereka ketika mereka shalat’” (HR.Bukhari)
9. Shalat subuh adalah kunci kemenangan. “Bahwa Rasulullah apabila hendak menyerbu suatu kaum, beliau menundanya hingga tiba waktu subuh.” (HR Bukhari)
10. Shalat subuh lebih baik daripada dunia seisinya. “Dua rakaat shalat subuh, lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR.Muslim dan Ahmad)
Mengenai shalat dua rakaat sunah sebelum subuh Rasulullah bersabda, “Dua rakaat itu lebih aku sukai daripada dunia seluruhnya.” (HR.Muslim)
6 Siksa di Dunia Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu
1. Allah SWT mengurangi keberkatan umurnya.
2. Allah SWT akan mempersulit rezekinya.
3. Allah SWT akan menghilangkan tanda/cahaya shaleh dari raut wajahnya.
4. Orang yang meninggalkan shalat tidak mempunyai tempat di dalam islam.
5. Amal kebaikan yang pernah dilakukannya tidak mendapatkan pahala dari Allah SWT.
6. Allah tidak akan mengabulkan doanya.
3 Siksa Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu Ketika Menghadapi Sakratul Maut
1. Orang yang meninggalkan shalat akan menghadapi sakratul maut dalam keadaan hina.
2. Meninggal dalam keadaan yang sangat lapar.
3. Meninggal dalam keadaan yang sangat haus.
3 Siksa Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu Ketika Semasa di Dalam Kubur
1. Allah SWT akan menyempitkan kuburannya sesempit sempitnya.
2. Orang yang meninggalkan shalat kuburannya akan sangat gelap.
3. Disiksa sampai hari kiamat tiba.
3 Siksa Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu Ketika Bertemu Allah
1. Orang yang meninggalkan shalat di hari kiamat akan dibelenggu oleh malaikat.
2. Allah SWT tidak akan memandangnya dengan kasih sayang.
3. Allah SWT tidak akan mengampunkan dosa-dosanya dan akan di azab sangat pedih di neraka.
Dosa Meninggalkan Shalat Fardhu
-> Shalat Subuh : satu kali meninggalkan akan dimasukkan ke dalam neraka selama 30 tahun yang sama dengan 60.000 tahun di dunia.
-> Shalat Zuhur : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan membunuh 1.000 orang umat islam.
-> Shalat Ashar   : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan menutup/meruntuhkan ka’bah.
-> Shalat Magrib : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan berzina dengan orang tua.
-> Shalat Isya      : satu kali meninggalkan tidak akan di ridhoi Allah SWT tinggal di bumi atau di bawah langit serta makan dan minum dari nikmatnya.