Selasa, 30 September 2014

Amalan Sunat Sebelum dan Sesudah SHALAT JUM'AT




Hari Jum’at termasuk hari raya atau hari agung bagi kaum Muslimin setiap pekannya. Hari dimana  kaum muslimin di seluruh penjuru dunia memuliakannya. Keutamaan yang besar tersebut menuntut umat Islam untuk mempelajari petunjuk Rasulullah Saw. dan sahabatnya, bagaimana seharusnya msenyambut hari tersebut agar amal kita tidak sia-sia dan mendapatkan pahala dari Allah ta’ala.

Untuk itu perbanyaklah bacaan shalawat Nabi SAW pada hari jumat dan malam jumat, demikian juga memperbanyak sedekah pada hari jumat dan memperbanyak berbuat kebaikan, karena Allah SWT itu apabila mencintai seseorang selalulah orang itu ditunjuki untuk melakukan amalan-amalan yang utama pada waktu-waktu yang utama pula.

Berikut ini beberapa adab sebelum melaksanakan shalat jum'at yang harus diperhatikan bagi setiap muslim:
    1.   Mandi 
Hari jum'at adalah hari berkumpul kaum muslimin dalam mesjid, maka mandi sangatlah penting agar tidak tercium aroma-aroma tidak sedap di dalam mesjid, yang tentunya dapat mengganggu para jamaah. Karena Disunnahkan mandi terlebih dahulu sebelum shalat jumat dah hal ini tidak mengapa jika dilakukan di waktu akan mau berangkat ke masjid, karena hal inilah yang terbaik. Agar kebersihannya masih tetap terjaga.Rasulullah Saw. bersabda: "Apabila seseorang diantara kamu menghadiri Jum'at, maka hendaklah ia mandi".

    2.   Memakai Baju yang paling bagus dan Wangi-wangian 
Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda : "Siapa yang mandi pada hari jum'at dan memakai pakaian terbaik yang dimiliki, memakai harum-haruman jika ada, kemudian pergi jum'at dan di sana tidak melangkahi bahu manusia lalu ia mengerjakan sholat sunnah, kemudian ketika imam datang ia diam sampai selesai sholat jum'at maka perbuatannya itu akan menghapuskan dosanya antara jum'at itu dan jum'at sebelumnya." (HR. Ibnu Hibban dan Al-Hakim).
Jumat adalah hari raya setiap muslim karena itu sangat wajar jika menyiapkan penampilan dan fisik untuk menyambut dan menghias kemuliannya.
    3.   Merapikan/memotong bulu dan kuku 
Rasulullah Saw. memotong kuku dan menggunting kumis sebelum keluar untuk melaksanakan jum'at, dalam Hadits Shahihain juga disebutkan kesunahan mencabut bulu ketiak.
Dalam Mazhab syafi'ie tidak disunatkan mencukur kumis, tetapi cukup digunting saja sekedar nampak merah bibir. ini karena riwayat Al-Baihaqi dalam sunannya dari Syarhabil bin Muslim al-Khulaniy beliau berkata “aku melihat lima orang Sahabat Rasulullah Saw. menggunting kumisnya, yaitu Abu Amamah al-Bahili, Abdullah bin Basr, Utbah bin Abdussalami, al-Hajaj bin Amir ats-Tsamali, dan al-Miqdam bin ma’di karb, mereka menggunting kumis hingga ujung bibir (nampak merah bibir).

    4.   Bersegera ke Mesjid 
Berwudhulah dari rumah sebelum berangkat, karena Rasulullah SAW bersabda : “Siapapun yang memulai dari rumahnya menuju suatu masjid dengan mengambil wudhu akan mendapat pahala yang setara dengan pahala seseorang yang meninggalkan rumahnya dengan Ihram untuk Haji. Siapapun yang telah mempunyai wudhu kemudian meninggalkan rumahnya menuju masjid untuk shalat akan mendapat pahala setara dengan umrah. Jika orang ini tinggal di dalam masjid sesudah shalat dan menantikan shalat yang berikutnya, namanya akan dicatat dalam Illiyiin.” (Muslim).
Disunnahkan untuk pergi ke masjid seawal mungkin dan di waktu perginya itu, hendaklah bersikap yang khusyuk, merendahkan diri dan bersegera melaksanakan panggilan Allah SWT itu untuk melakukan shalat jumat.
Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda : “Pada hari jum’at disetiap pintu mesjid ada beberapa malaikat yang mencatat satu persatu orang yang hadir sholat jum’at sesuai dengan kualitas kedudukannya, Apabila imam datang/ naik mimbar maka para malaikat itu menutup lembaran catatan tersebut lalu meraka bersiap-siap mendengarkan khutbah, perumpamaan orang yang datang lebih awal seperti orang yang berqurban seekor unta gemuk, orang yang datang berikutnya seperti orang yang berqurban sapi, dan orang datang berikutnya seperti orang yang berqurban kambing, dan orang yang datang berikutnya seperti orang yang bersedeqah ayam, dan orang yang datang berikutnya (kelompok akhir) seperti orang yang bersedekah sebutir telur.” (H.R. Bukhari). 
    5.   Shalat sunah sebelum solat jumat
ketika hendak memasuki masjid, Jangan melangkahi orang-orang yang sudah duduk lebih dulu dan jangan pula berjalan di depan muka mereka, inilah gunanya datang lebih awal. Sesudah masuk ke dalam masjid, maka hendaklah shalat dua rakaat dahulu, sekalipun disaat itu imam sedang berkhutbah yaitu shalat sunnah tahiyatul masjid. Disunnahkan mencari shaf (barisan) yang paling depan, karena lebih banyak keutamaannya yaitu “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang di shaf pertama, atau di beberapa shaf yang awal” (HR. Ahmad)
6.   Khusuk mendengarkan khutbah
Jika khatib telah memulai khutbah, maka hendaklah jama’ah diam dan mendengarkan khutbah tersebut. Hendaklah mereka tidak ngobrol saat khutbah dan menjauhi perbuatan yang sia-sia.
  Allah memberi karunia pada hamba-Nya di mana Allah menjadikan penghapus dosa antara Jum’at yang lalu dan Jum’at setelahnya, ditambah pengampunan dosa selama tiga hari (artinya, total pengampunan dosa adalah sebanyak sepuluh hari). Karena yang namanya kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang semisal. Allah menjadikan pengampunan dosa di antara dua Jum’at selama sepuluh hari tadi dengan syarat seseorang harus menjauhi al kabaa-ir (dosa-dosa besar).

Siapa yang melihat orang lain berbicara saat imam berkhutbah maka hendaklah ia perintahkan saudaranya tersebut untuk diam. Cukup ia gunakan isyarat, tanpa berbicara ketika memperingatkan. Begitu pula ketika ada yang memberi salam saat imam khutbah, maka tidak perlu dibalas. Hal yang sama ketika ada yang mengajak salaman saat imam khutbah, maka tidak perlu ditanggapi. Di antara dua khutbah atau setelah selesai shalat, ia bisa jelaskan pada saudaranya tadi kenapa sampai ia tidak membalas ucapan salam atau menanggapi salamannya. Ia bisa jelaskan bahwa tatkala imam khutbah amat bahaya melakukan hal-hal tadi. Sesudah shalat jumat selesai, disunnahkan shalat sunnah dua rakaat yaitu shalat sunnah ba’diyah.

Demikianlah adab sebelum dan sesudah melaksanakan shalat jumat, mudah-mudahan ibadah Jum’atnya mendapatkan manfaat dan tidak jadi sia-sia. 
Wallahu A'lam

Sabtu, 27 September 2014

Doa Untuk Mualaf



“Allaahumma tsabbithu waj’alhu haadiyan wa mahdiyyan”
Artinya :
“Ya Allah, tetapkanlah ia (Islam) dan jadikanlah ia sebagai penunjuk yang selalu memberi petunjuk (HR Al-Bukhari, Muslim, Ibn Majah, Ahmad, Al-Baihaqi, Al-Nasa’i, dan Al-Thabarani)”

Selasa, 23 September 2014

ZIARAH KE KUBUR


Ziarah menurut arti bahasa adalah menengok. Ziarah kubur artinya menengok kubur.
Menurut syariat Agama Islam, ziarah kubur termasuk amal perbuatan yang baik namun bukan hanya sekedar menengok kubur, bukan sekedar menengok kemakam orang tua, wali , pahlawan, bukan pula untuk sekedar tahu dan mengerti dimana seseorang dikuburkan, atau bukan hanya sekedar mengetahui keadaan kubur atau makam, akan tetapi kedatangan seseorang ke kubur atau ke makam dengan maksud untuk berziarah adalah mendo’akan kepada yang dikubur atau yang dimakamkan dan mengirim do’a untuknya dengan pahala dari bacaan ayat-ayat Qur’an dan kalimat Thoyibah, seperti bacaan Tahlil, Tahmid, Tasbih, Sholawat dll.

Dan perlu diketahui ziarah kubur bukan untuk meminta kepada kuburan atau yang dikubur, melainkan justru kitalah yang mendo’akan dan mengirim pahala dari bacaan-bacaan thoyibah kepada mereka yang telah dikubur kepada Allah SWT. agar yang di Ziarahi dan penghuni seluruh kuburan tersebut selamat dan senang di “sana”, juga berdo’a mohon kepada Allah SWT agar diri kita sendiri kelak dimasukkan ke Surga.

TATA CARA ZIARAH KE KUBUR

Beberapa petunjuk/adab tata cara berziarah ke kubur menurut Agama Islam:
  
  • Hendaklah berwudlu dahulu sebelum berziarah.
  • Setelah sampai di pintu gerbang makam, supaya memberi salam: “Assalamu’alaikum ahladdiyaari minal mu’miniina wa inna insyaa-Allaahu bikum laahiquun nas-alullahalanaa walakumul ‘aafiyata”. Atau dengan salam: “Assalamu’alaikum daara qaumin mu’minin fa-innaa insyaa-Allaahu bikum laahiquun”. Kesejahteraan semoga bagimu wahai ahli kubur dari orang-orang Mu’min, InsyaAllah kami akan bertemu dengan kamu.
  • Sesampainya di depan makam yang dituju (misalnya kemakam orang tua) kemudian menghadap kearah muka mayat (menghadap kerah timur) sambil mengucap salam khusus ke mayat tersebut, yaitu: Assalamu’alaikum ya………….. (sebutkan nama yang diziarahi).
  • Bacalah ayat-ayat/surat-surat dari Al-Qur’an, seperti membaca surat Yasin, Ayat Kursi atau membaca Tahlil, dll.
  • Selesai itu, berahlihlah menghadap ke arah Qiblat (kearah barat), arah punggungnya si mayat dengan membaca do’a (dengan khusyuk).
  • Dalam melakukan ziarah itu, hendaknya dilakukan dengan penuh rasa hormat dan khidmat serta khusyu’ (tenang).
  • Hendaknya dalam hati ada ingatan bahwa aku pasti akan mengalami seperti dia (mati).
  • Setelah berziarah hendaknya memperbanyak amal-amal kebaikkan dan menambah bakti ta’atnya kepada Allah SWT.
  • Hendaknya jangan menduduki nisan kubur dan melintasi diatasnya, karena hal itu termasuk perbuatan Idza’ (menyakitkan) terhadap mayit dan yang punya kubur, keluarganya.

Hikmah Ziarah kubur 

Amalan ziarah kubur ini mempunyai tujuan dan hikmahnya tersendiri, antara lain:  
  • Supaya dikasihi oleh Allah Subhanahu Wataala dengan sebab mengikuti Sunnah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.
  • Berziarah ini juga akan menerbitkan perasaan insaf dan taubat di dalam hati tentang menghadapi hari kematian, alam kubur dan alam akhirat, yaitu dengan muhasabah diri, adakah amalan kita sudah mencukupi untuk dijadikan bekal di dalam alam barzakh dan alam akhirat.
  • Selain itu, berziarah kubur juga jika dipahami dan dihayati tujuannya, akan mengingatkan kepada kita asal usul kejadian kita yang berasal dari tanah dan kepada tanah juga kita akan dikembalikan. Dengan penghayatan sedemikian, insya-Allah akan dapat melembutkan kekerasan hati, yang akan melahirkan kesadaran untuk melakukan segala perintah Allah Subhanahu Wata’ala dan menjauhi segala larangan-Nya.
  • Ziarah kubur juga bertujuan berlaku ihsan terhadap penghuni kubur, lebih-lebih lagi kepada roh kedua orangtua dan menggembirakan mereka dengan memberi salam, memohon doa agar dilimpahi dengan rahmat dan pengampunan dari Allah Subhanahu Wataala. Perlu diketahui bahwa permohonan doa anak yang soleh yang sentiasa mendoakan kedua orangtua mereka yang telah meninggal dunia akan diterima oleh Allah SWT serta ditulis oleh Allah Subhanahu Wataala sebagai anak yang taat kepada orangrtuanya . Sabda Rasulallah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim maksudnya: "Dari Abi Hurairah Radiallahuanhu, bahwasanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda: Apabila seseorang manusia itu mati, akan terputuslah daripadanya segala amalannya melainkan tiga perkara: Sedekah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang soleh yang mendoakan orangtuanya.''
Ibnu Thawus mengatakan: Jika kamu hendak berziarah ke kuburan orang-orang mukmin, maka hendaknya hari Kamis, jika tidak, maka waktu tertentu yang kamu kehendaki, menghadap ke kiblat sambil meletakkan tangan pada kuburannya dan membaca doa tersebut. 
Muhammad bin Muslim pernah bertanya kepada Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa): Bolehkah kami berziarah ke orang-orang yang telah meningga? Beliau menjawab: Boleh. Kemudian aku bertanya lagi: Apakah mereka mengenal kami ketika kami berziarah kepada mereka? Beliau menjawab: “Demi Allah, mereka mengenal kalian, mereka bahagia dan terhibur dengan kehadiran kalian.” Aku bertanya lagi: Apa yang baca ketika kami berziarah kepada mereka?
Beliau menjawab: bacalah doa ini:

اللَّهُمَّ جَافِ اْلاَرْضَ عَنْ جُنُوبِهِمْ وَ صَاعِدْ إِلَيْكَ أَرْوَاحَهُمْ وَ لَقِّهِمْ مِنْكَ رِضْوَانًا وَ أَسْكِنْ إِلَيْهِمْ مِنْ رَحْمَتِكَ مَا تَصِلُ بِهِ وَحْدَتَهُمْ وَ تُونِسُ بِهِ وَحْشَتَهُمْ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Allâhumma jâfil ardha ‘an junûbihim, wa shâ’id ilayka arwâhahum, wa laqqihim minka ridhwânâ, wa askin ilayhim mir rahmatika mâ tashilu bihi wahdatahum, wa tûnisu bihi wahsyatahum, innaka ‘alâ kulli syay-in qadîr. 
Ya Allah, luaskan kuburan mereka, muliakan arwah mereka, sampaikan mereka pada ridha-Mu, tenteramkan mereka dengan rahmat-Mu, rahmat yang menyambungkan kesendirian mereka, yang menghibur kesepian mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.




Selasa, 16 September 2014

Doa dan Salawat Agar Cepat Pergi Haji





اَللَّهُمَّ الرْزُقْنَا زِيَارَةَ بَيْتِكَ اَلْمُعَظَّمْ وَرَسُوْلِكَ اَلْمُكَرَّمْ فِى هَذَا الْعَامْ وَفِى كُلِّ عَامْ بِاَحْسَنِ الْحَالْ

Artinya :
Ya Allah, Berilah karunia-Mu untuk mengunjungi rumah-Mu yang agung dan RosuMu yang mulia, di tahun ini dan setiap tahun, dengan keadaan sebaik-baiknya.

ALLAHUMMA YASSIRLANAA UMURANAA UMURADDUN  YAA WAL AKHIRATI, WA YASSIRLANAA ZIYAARATA MAKKATIN WAL MADIINATI  WAZIYAARATA QABRA NABIYYIKA MUHAMMADIN SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAMA LIADAAIL HAJJI WAL’UMRATI BISHSHIHHATI WAL’AAFIYATI.
ARTINYA : “ Ya Allah mudahkanlah urusan dunia dan akhirat kami, dan mudahkanlah kami berziarah ke Makkah dan Madinah dan berziarah ke makam Nabi Muhammad Saw untuk melaksanakan haji dan umrah dengan sehat dan selamat. Dengan rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

ALLAAHUMMA SHOLLI ‘ALAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA ‘ALIHI WASHOHBIHI WASALLIM SHOLAATAN WASALAAMAN TUBALLIGHUNA BIHIMAA HAJJANBAITIKAL HAROOMI WATARZUQUNAA BIHIMAA ZIYAAROTAQOBRI NABIYYIKA MUHAMMADIN ‘ALAIHI AFDLOLUSH SHOLAATI WA AZKAS SALAAMI FII LUTFIN WA ‘AAFIYATIN WABAROKATIN WASTIQOOMATIN WA BULUUGHIL MAROOMI ‘ADADA KHOLQIKA WA RIDLOOA NAFSIKA WA ZINATA ‘ARSYIKA WA MIDAADA KALIMAATIKA.

Artinya : ”Wahai Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga serta sahabat beliau. Yang dengan rahmat dan keselamatan itu dapat menyampaikan kita untuk berangkat haji ke Bait-Mu di tanah Haram (Mekah) dan untuk menziarahi makam Nabi-Mu Muhammad SAW, yang kepada beliau terlimpah seutama-utama rahmat dan sebaik-baik salam di dalam kelemah lembutan, kesejahteraan, berkah dan istiqomah serta tercapainya cita-cita sebanyak makhluk-Mu dan keridhloan Dzat-Mu dan juga seberat ‘Arsy-Mu serta sebanyak tinta untuk menulis kalam-Mu”.

Solawat Agar Cepat Pergi Haji
Allohumma sholli 'alaa Sayyidinaa Muhammadin sholaatan tuballighunaa hajja baitikal haroom (muharrom) wa ziyaarota habiibika Sayyidinaa Muhammadin 'alaihi afdholush-sholati was-salam fii shihhatin wa 'aafiyatin wa salaamatin wa buluughil maroom wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa baarik wa sallim ajma'iin.
Artinya: "Ya Allah, anugerahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad Saw, yang dengan berkahnya Engkau sampaikan kami berhaji ke rumah-Mu yang dimuliakan dan berziarah ke makam kekasih-Mu yang juga junjungan kami Nabi Muhammad Saw (semoga terlimpah baginya sholawat dn salam yg paling utama), dalam keadaan sehat wal'afiat, selamat serta tercapai segala cita-cita, anugerahkan pula kepada segenap keluarga dan sahabat Beliau, beserta keberkahan dan keselamatan."